Ketinggalan Bis mirip Spongebob dan Mr Bean

Pernah nonton film animasi Spongebob atau Mr Bean, yang memperlihatkan kelucuan saat mereka ketinggalan bis. Setiap kali mereka meleng dari halte bis, seketika itu juga banyak bis yang lewat, tapi begitu mereka memelototinya, tidak satupun bis yang datang. Sampai sekarang pun saya masih suka tertawa menonton bagian dari film itu, walaupun berulang-ulang. Lucu memang, mungkin karena karakter kita (eh saya) yang suka mentertawakan penderitaan orang (penderitaan Spongebob dan Mr Bean maksudnya).

spongebob

Adegan lucu ketika Spongebob saat meleng sedikit, hendak membeli permen, saat itu bis datang (sumber foto https://pbs.twimg.com/media/Brfhe0yCUAAqirG.jpg)

mr bean

Mr. Bean yang bosan menunggu bis (sumber foto http://www.clickthecity.com/img2/articles/CTC-1696-image5.jpg)

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kejadian mirip benar-benar menimpa saya semalam. Dalam suasana menjelang gelap dingin menusuk, karena temperatur sudah menurun ke kisaran 5 derajat, saya menunggu bis ke arah city centre, yang biasanya banyak. Setelah menunggu hampir 15 menit di halte Bristol Rd, akhirnya saya memutuskan menggunakan jalur sebaliknya dan menyeberang, karena nampaknya beberapa bis lebih banyak yang lewat.

Begitulah kisah ini dimulai. Menit demi menit pun berlalu, tidak satupun bis yang nongol, sampai memasuki 15 menit yang kedua, tiba-tiba muncullah bis, tapi dari arah yang sebelumnya ditunggu, bukan satu, tapi tiga sekaligus. Mau nyebrang lagi, tahu sendiri jalanan Bristol lebarnya seperti apa, rame pula. Akhirnya mencoba bersabar dan menunggu siapa tahu bis ke arah Frankley akan datang cepat. Alih-alih datang, yang ada justru bis jurusan city centre (yang sebaliknya) malah kembali muncul, tidak tanggung-tanggung, dua sekaligus. Kembali dalam hati menggerutu. Akhirnya setelah 5 menit berlalu, dari kejauhan kelihatan ada 2 bis lagi yang datang dari arah berlawanan, dengan menguatkan tekad, berlarilah saya menyeberangi jalan yang rame itu. Namun apa lacur, begitu mendekat, ternyata kedua bis itu “Not in Service”!!!.

Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian yang bisa digambarkan yang terjadi kemudian, karena begitu saya memalingkan muka untuk melihat bis di arah sebaliknya lagi, datanglah dua bis yang ke arah Frankley!!, dalam posisi saya sudah menyebrang !!! OMG, benar-benar sebuah drama penantian yang memilukan. Saya benar-benar meratapi nasib, dipermainkan bis gara-gara (entah) kemacetan jalanan Birmingham atau karena lainnya. Lengkap sudah penderitaan saya karena terlambat pulang ke rumah sampai 1,5 jam, sehingga melewatkan makan malam dengan anak-anak. Lalu teringatlah saya akan adegan Spongebob dan Mr Bean yang selama ini selalu saya tertawakan. Karma? enggak juga, karena saya gak percaya karma. Memang sudah dari sononya saya harus ketinggalan bis dengan cara konyol ini, sekonyol Spongebob dan Mr. Bean.

Finally got home, my eldest son frowned at me, “what took you so long Ayah?”, I was speechless. said nothing, and just grabbed my hot “candil” or “biji salak” prepared by my hon. Hmmm, what a night, what a day.

IMG_0683

Biji salak hangat penghibur malam yang “sial”

Membeli sepeda anak £2 di ebay

Entah karena sedang beruntung, atau memang sudah rejekinya. Anakku yang bungsu sedang belajar naik sepeda. Karena yang dipakai sekarang butut sekali, pedalnya tidak ada sebelah, maka aku merasa perlu mencari sepeda baru. Walaupun tidak benar-benar baru sih, hehe.
Akhirnya dalam keisenganku, kubuka ebay dan searching barang dengan keyword “children bike”. Holaa, tiba-tiba ada iklan yang jual sepeda dengan sistem bidding. Saat itu sudah 3 orang yang ngebid, dengan harga tertinggi £1.6 (kalo gak salah). Dalam hati, nih yang ngebid kok pada pelit amat ya, akhirnya kumasukkan tawaran £2 (hehe, sama pelitnya).

IMG_0675.PNG
Detik demi detik pun berlalu, sampai akhirnya aku pun lupa pernah ngebid sepeda ini. 17 jam masa penawaran berakhir, tiba-tiba notifikasi emailku bunyi, begitu dilihat judulnya, you won!. Haha, entahlah, antara senang dan ragu-ragu, aku kirim pembayaran lewat paypal. Lalu kukontak penjualnya, ternyata lokasinya tidak jauh dari rumah. Well, akhirnya dengan senyum besok aku jemput sepedanya.

Pilih Office resmi atau bajakan?

sumber foto dapsoft.blogspot.com

Beberapa bulan terakhir ini, zerosugar mendapatkan gangguan dalam melakukan aktivitas di depan komputer. Ini karena ketergantungan yang tinggi akan produk MS Office, terutama MS Word dan MS Powerpoint. Sebenarnya sekitar awal tahun ini, seorang teman di Jakarta menawarkan untuk menggunakan office crack-an, alias gratisan. Tentu tawaran ini tidak bisa ditolak. Bagaimana pun, kebanyakan orang kita masih suka produk yang gratisan. Tapi yang namanya bajakan, tentu banyak kekurangan. Sebulan terakhir, setelah zerosugar kembali ke Inggris, office ini mulai ngadat dan memberi warning akan expired. Proses aktivasi diperlukan agar produk dapat tetap digunakan.

Setelah browsing berbagai situs, ditemukan beberapa teknik seperti yang populer salah satunya dengan KMS activator atau teknik keygen, skype dll. Teknik-teknik aplikasi ini jelas ilegal, tapi (sepertinya) cukup ampuh menembus dan mengelabui microsoft sehingga tidak bisa mengenali lagi asli atau palsu. Beberapa teknik tersebut kemudian dicoba, dan hasilnya cukup… mengecewakan. Entah karena zerosugar yang tidak cukup sabar menghadapi pop-up iklan, penyusupan trojan, malware dsb. Akhirnya setelah berkutat dengan office trial sebulan, sampailah pada titik di mana tidak ada pilihan lagi selain harus membeli produk asli atau terbang ke Indonesia (tepatnya ke Glodok, hehehe).

Pilihan kedua tentu sulit dan makan banyak energi. Walaupun banyak teman yang coba menawarkan bantuan, akhirnya dengan segala ketetapan hati, zerosugar memutuskan untuk membeli saja. Habis perkara. Setelah memilih produk dengan hati-hati, akhirnya jatuhlah pada pilihan Office 365 University, yang menawarkan harga GBP59.99 untuk masa aktif 4 tahun. Sangat murah dengan estimasi, per bulan kurang dari GBP1.5. Bandingkan kalau membeli Office 2013 “gelondongan” yang bisa mencapai GBP 119.99. O, iya, bedanya Office 365 dengan Office 2013 itu hanya di sistem pembeliannya, sedangkan isinya (sepertinya) relatif sama. Kalau Office 365 sistemnya disewa pertahun, dengan harga GBP59.99 per tahun untuk personal dan GBP79.99 untuk home, sementara Office 2013 sistemnya jual putus. Khusus yang Office 365 University, harga ini berlaku untuk 4 tahun, tentunya dengan melalui proses verifikasi virtual di web kampus.

Akhirnya sejarah mencatat, untuk pertama kalinya zerosugar membeli produk resmi microsoft, setelah sebelumnya OS Windows (itupun karena sistem bundling). Bagi zerosugar, sebenernya ini bukan sekedar transaksi elektronik biasa, tapi menjadi sebuah peristiwa moral yang memberi pemaknaan dan penghargaan atas hak cipta seseorang, tentunya dengan konsekuensi (logis) harus merogoh kocek ekstra. Bukan sebuah pergulatan batin tentunya, tapi sebuah keputusan yang (seharusnya tidak) sulit, namun melegakan secara emosional pada akhirnya.

Keuntungan Office asli

Nah, ini bukan bermaksud promosi, tapi setidaknya ada tiga keuntungan langsung yang didapatkan:

  1. Kelegaan emosional alias hilangnya perasaan bersalah karena menggunakan produk ilegal
  2. Dapat kredit Skype 60 menit setiap bulannya untuk menelepon kemana saja, walaupun khusus untuk Indonesia, baru berlaku untuk landlines di Jakarta saja.
  3. Mendapat ekstra storage di OneDrive 1 TB atau tepatnya sebesar 1024 GB. Jadi total storage yang zerosugar miliki sekarang adalah 1064, setelah sebelumnya mempunyai 40 GB

 

 

OneDrive

Bonus lainnya, ekstra storage sebesar 1 TB

Pilkadal

Judul tulisan ini Pilkadal, silahkan diterjemahkan sendiri apa artinya. Harus diakui polemik Pilkada langsung di Indonesia ini sangat mengusik dan bikin kuping panas setiap orang, baik bagi pendukung maupun lawannya. Sangat miris melihat kenyataan dari tadinya kawan menjadi tidak bertegur sapa, dari tadinya saudara menjadi musuhan. Sungguh tidak elok mengalami semua ini. Ini mencerminkan betapa masih rendahnya tingkat toleransi kita dalam berbeda pendapat.

Pertanyaan saya, apakah kita sebagai bangsa memang sepakat bahwa demokrasi adalah prinsip penyelenggaraan negara? Jika ya, maka demokrasi sebagai sebuah sistem beserta aturan mainnya menjadi sebuah konsekuensi logis yang harus diterima. Ingat, aturan main demokrasi itu majority rules. Yang besar adalah penentu. Jadi demokrasi sejujurnya sangat bebas nilai. Saya kassih contoh, jika kita sebagai bangsa Indonesia secara mayoritas berbalik mendukung penjajahan Israel atas Palestina, maka dukungan ini sah dan legitimate sebagai representasi sikap bangsa dan negara, walauupun secara moral sangat bertentangan dengan nilai moral dan tradisi muslim.

Tapi baiklah, kembali bicara Pilkada, ada tiga poin yang ingin saya garis bawahi bahwa bicara Pilkada ini tidak menjadi urgen bagi kita, terutama masyarakat bawah, karena:

  1. Sejujurnya sampai saat ini tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Pilkada langsung dan tidak langsung memberi banyak manfaat pada kesejahteraan rakyat (jelata). Apakah korupsi dan money politic yang marak sekarang ini tidak dilakukan di masa lampau? Maaf-maaf, dulu belum ada superbody seperti KPK, jadi, koruptor masa lalu “sedikit beruntung” karena belum ada instrumen hukum yang bisa menjamah mereka.
  2. Alasan kedua yang bikin saya tambah eneg, partai pengusung Pilkada langsung, maupun yang berseberangan bukan merupakan partai yang bisa dikatakan bersih dari korupsi. Kedua kubu yang berseberangan mempunyai cacat sejarah. PDIP, misalnya, sebagai partai oposisi selama dua periode ternyata tercatat sebagai partai yang menyumbang jumlah koruptor terbanyak. Kerugian negara yang ditimbulkan partai oposisi ini (baca: ini bukan partai inkumben) itu lebih besar dari kerugian yang ditimbulkan partai penguasa. Sayangnya hal-hal sering dilupakan oleh masyarakat. entah karena derasnya propaganda media atau kebiasaan masyarakat yang mudah melupakan atau memaafkan. Poin saya adalah, kedua kubu yang berseberangan tidak mempunyai legitimasi moral yang kuat untuk mengklaim “mengatasnamakan” rakyat, apalagi membela kepentingan rakyat. Pilkada langsung ataupun tidak itu hanya komoditas saja, esensi dibalik itu adalah pertarungan politik dan kekuasaan
  3. Berkaitan dengan lemahnya legitimasi kedua kubu, saya juga terusik untuk sedikit melihat ketidakadilan media, baik media mainstream maupun sekedar socmed yang lebih suka membully partai-partai politik yang jauh lebih bersih, memblow-up persoalan hukum mereka, seolah-oleh mereka adalah penjahat satu-satunya yang harus dibumi hanguskan. Kita lupa, ada bromocrah dan partai-partai raksasa yang dosanya berlipat-lipat tapi tidak pernah atau jarang disentuh media. Bisakah kita adil dalam hal ini?

Oleh karenanya, sampai saat ini saya tidak mau percaya 100% dengan apa yang digembar gemborkan media mainstream, yang masih dibebani kepentingan sesaat pemilik modal dan pemilik agenda kepentingan yang lebih besar. Apalagi ocehan gak mutu di social media, walaupun yang ngoceh adalah teman-teman sendiri, gak bakal deh saya pedulikan.

Saya berdiri di sini untuk (sayangnya) berbeda pendapat dengan mayoritas pendukung pilkada langsung. Dalam alam demokrasi itu adalah pilihan sah saya. Alasan moral dan esensi prinsip demokrasi di atas menjadi landasan argumen saya. Teman boleh beda pendapat kan, katanya demokrasiii.

Bahasa Inggris untuk penumpang pesawat

Barusan menyusun beberapa instruksi dan percakapan sederhana dalam bahasa Inggris untuk si mamah yang akan terbang ke Inggris. Maklum beliau tidak berbicara bahasa bule, jadi rasanya perlu membuat contekan kecil yang bisa dibawa-bawa. Baru terpikir, mungkin ini juga bisa menjadi contekan untuk yang lainnya. Silahken kalau ada yang mau nambahin.

simple english

Belanja online di eBay, Amazon dan Gumtree, asyik gak sih?

online-shopping

kredit gambar: http://ttnewsflash.com

Saat ini belanja online merupakan satu keasyikan tersendiri. Selain lebih mudah karena kita tidak perlu capai-capai berjalan dari satu toko ke toko lain, model belanja ini juga menawarkan keleluasaan waktu dan biaya kepada kita, dibandingkan dengan model belanja konvensional. Satu-satunya kekurangan dari belanja online adalah, kita hanya berolahraga menggerakkan jari kita, bukan badan dan kaki kita, hehe.

Lupakan dulu situs belanja lokal yang banyak dikenal seperti bukalapak, toko bagus (sekarang olx) atau berniaga.com. Zerosugar mencoba membandingkan antara raksasa situs belanja yang sudah mendunia yaitu eBay, Amazon dan Gimtree. Ketiganya sebenarnya menawarkan sistem belanja yang sangat nyaman, bahkan terlalu nyaman. Setelah kita (berhasil) mendaftar, maka dengan segera kita disuguhi berbagai macam barang, sesuai dengan minat, kebutuhan dan, tentu saja kantong kita.

Bagi anda yang nyaman dengan bidding atau tawar menawar harga, cobalah situs eBay. Situs ini menawarkan banyak barang (baru dan bekas) dari harga sangat rendah (tidak masuk akal) sampai harga normal pasaran. Begitu anda menemukan barang dan harga yang cocok, jangan terburu-buru melakukan transaksi. Berikut ini adalah beberapa tips dalam berbelanja di eBay.

  1. Perhatikan rating seller. Sempatkan diri untuk membaca review mengenai penjual. Semakin bagus dan semakin banyak bintangnya, maka semakin terpercaya kredibilitasnya.
  2. Perhatikan negara asal pengirim, karena itu akan menentukan berapa biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Sebisa mungkin pilihlah penjual yang berasal dari negara yang sama tempat anda tinggal. Kalau perlu carilah barang dengan label Free P&P, karena ini adalah fasilitas pengiriman yang gratis, walaupun beberapa sebenarnya cost untuk pengiriman mungkin sudah dibebankan ke harga barang.
  3. Karena eBay menawarkan sistem bidding dan buy-it-now, maka anda harus hati-hati dan menyesuaikan untuk memilih model pembelian dan barangnya. Perhatikan apakah barang yang ditawarkan itu berstatus barang sisa, bekas, refurbished, atau baru.
  4. Sekali lagi bandingkan harga barang sejenis dengan harga di pasaran normal, sehingga bisa memutuskan dengan bijak mana yang akan dipilih. Sebagai pembanding pilih situs resmi yang menjual barang sejenis. Setidaknya ini sangat membantu secara psikologis dalam berbelanja.

Sebagai contoh, hari ini zerosugar hanya membutuhkan 5-10 menit untuk mencari iPad mini case seharga £2.99 dengan status Free P&P yang akan dikirim langsung ke alamat zerosugar di Brimingham. Padahal di situs yang sama terdapat penawaran harga £3.99, £5.99 dan £9.99. Hampir-hampir terkecoh dengan harga yang lebih tinggi, karena yang muncul di display pertama kali. Bandingkan pula dengan kejadian kemarin waktu zerosugar tanya di iBox Plaza Indonesia (posisi lagi di Jakarta), harga untuk barang yang sama mencapai Rp. 500rb. Bisa dilihat kan? betapa margin harganya yang begitu lebar.

Sedangkan belanja di Amazon, secara umum harga barang yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dibandingkan eBay. Sepertinya kelas Amazon lebih tinggi sedikit dibandingkan eBay. Namun kenyamanan belanja tidak diragukan lagi. Zerosugar pernah menggunakan Amazon di Jepang untuk belanja buku dengan sistem COD atau cash on delivery. Setidaknya ini yang tidak bisa dilakukan di eBay, dimana pembayaran harus dilakukan dimuka. Memang tidak semua barang bisa di-COD-kan. Setidaknya level of trust Amazon lebih tinggi dibandingkan eBay. Tips berbelanja di Amazon pun kurang lebih sama dengan eBay di atas. Yang jelas, untuk mencari barang yang lebih premium, disarankan untuk melihat di Amazon.

Nah, bagi yang suka berburu barang bekas saja, maka situs belanja online seperti Gumtree bisa menjadi pilihan. Situs ini menawarkan lebih banyak barang-barang bekas, biasanya langsung dari pemilik. Transaksinya pun langsung tatap muka dengan penjual. Situs ini hanya memfasilitasi appointment antara calon pembeli dengan penjual. Inilah pasar loak online terbesar di Inggris Raya.

Kelemahan berbelanja online tentu ada, salah satunya terutama berlaku bagi yang berdomisili di Indonesia, Terkecuali Gumtree, biasanya pendaftaran ke situs belanja ini memerlukan kepemilikan kartu kredit. Tentu bagi yang alergi kartu kredit ini akan cukup menyulitkan. Selain itu kepemilikan akun Paypal juga sangat dianjurkan, karena akun ini sangat diterima oleh banyak situs belanja, khususnya eBay. Untuk kasus di Inggris, misalnya, kartu debit bisa diterima dengan senang hati. Mungkin karena masalah kredibilitas perbankannya saja yang lebih dipercaya. Ini barangkali jadi PR perbankan di Indonesia.

Akhirnya, anda tetap disarankan, bahkan sangat disarankan untuk tetap bijak dalam berbelanja. Belanja online memiliki satu kelemahan lainnya, yaitu sifat adiktifnya. Sekali anda berhasil melakukan transaksi, maka biasanya syaraf di otak anda akan segera menstimulasi anda untuk melakukan transaksi-transaksi lainnya yang belum tentu perlu. At the end of the day, you will regret it for sure.

Inovasi di Sektor Publik

Banyak yang bertanya mengenai buku (e-book) berjudul Inovasi di Sektor Publik yang sempat terbit di tahun 2008 yang lalu. Sebagai sebuah buku teks, desain buku ini lebih ditujukan untuk pengguna mahasiswa, khususnya yang mengambil mata kuliah Difusi Inovasi dalam Pemerintahan di STIA LAN. Untuk memudahkan akses terhadap buku tersebut, berikut adalah link untuk mengunduh buku tersebut secara full.

  1. Sampul depan, kata pengantar, daftar isi, dsb
  2. Bab 1 Mengenal Inovasi
  3. Bab 2 Inovasi Sektor Publik vs Sektor Bisnis
  4. Bab 3 Inovasi Kebijakan dan Pelayanan Publik
  5. Bab 4 Perilaku Organisasi terhadap Inovasi
  6. Bab 5 Pemasaran Inovasi di Sektor Publik
  7. Bab 6 Belajar dari Sektor Bisnis
  8. Bab 7 Penutup

Buku ini ditulis dan diterbitkan resminya tahun 2008. Jadi tentunya banyak yang harus diupdate dan diperbaiki. Untuk keperluan sementara, maka buku ini masih bisa dimanfaatkan.

Akhirnya, selamat membaca :)