A stereotyped world

Once I came across a video on Youtube telling me about stereotyping Australian, and what surprised me most, and I’ve never had any idea before were, that Australian was stereotyped “dumb”, “drunk”, and “racist”, those that never appear to my, at least, Australian friends I met somewhere else outside Australia. In fact I’ve never been in Australia, not even in a transit. The only amazed me about Australia (from internet so to speak), is probably the Opera Sydney house, where some of my friends arrogantly uploaded their pictures with it on social media. But recently I am a fan of reality show called “Australian border security” where the immigration officers have their stories told on TV/internet. Apart from those, I don’t give a crap.. :)

Let’s forget about this Oz stuff, I surfed the other typical stereotyping perspective on internet, and found many interesting facts, particularly when it comes to my homecountry, Indonesia, which is mostly stereotyped in similar way to those of other Asian countries. There are some exceptions, when the perspective comes from other nations, or particular individual. Hope you enjoyed what I have found.

s1

Screenshot of the video

Look what Australian think about Indonesia, and apparently they put “nasi goreng” in the first place. It’s a rather “civilized” anyway if you compare to what they think about other regions, e.g. Middle East and Africa which are quite harsh to me, war and famine? c’mon there must be something better and nice about them….

s2

This is what Americans think about us

 

Now, look what’s American think about us. Obama is a very quick eye-catching word, isn’t it, and it is exactly the word that explains Indonesia to common American’s minds. What about their own homeland? they said it’s awesome.. soo predictable, nothing else in this world would as awesome as them… they thought!!

s5

Something unthinkable, but nice

 

I found this picture from a web, and I didn’t read through the story, but the picture is actually interesting and talking itself. I like this one, not because my country is perceived a nice place for honeymoon, but the way they illustrate is so catchy, well done for a stereotyping job

s8

Alcoholic have a say

 

Frankly speaking, this is the worst stereotyping set I came across, not only because the drunk people have no brain (uppsss), but also the way the draw the map is so ugly, I would say…, but to be fair with them (the drunk), I think these stereotyping words are pretty much picturing the reality of some parts of this world.. too bad huh

s9

This is a kind of stereotyping by the ignorant, where they see the world from a very small window and narrow minded, steered by mainstream media, and never read a single book but drink alcoholic stuff.., everything is only for fun when you’re drunk, right guys?

Anyway, if you found your country stereotyped, my advice is, don’t take it seriously, nothing serious about it. There are a lot more pictures actually, but I don’t wanna comment on them, you can also find them easily on google. Those pictures’ copyrights belong to the original owner.. not me. I don’t make any money from those, just wanna share for fun :)

 

Supervisory meeting

Sudah menjadi agenda rutin bagiku dan supervisor untuk mengadakan rapat bimbingan setiap bulannya, baik itu ada update ataupun hanya sekedar ketemu. Seperti biasa pula aku selalu menyiapkan sesuatu, setidaknya bahan untk diskusi di meeting tersebut. Ini adalah meeting yang entah ke berapa dengannya. Lebih tepatnya sih disebut ngobrol, karena peserta meeting cuma aku dan supervisor, sementara co-supervisor jarang nongol. Tapi sekalinya nongol hanya diem memenuhi kewajiban duduk di kursi yang sudah disediakan.

Besok adalah meeting untuk progress bulan November 2014. Ada target yang harus diselesaikan sebelum bulan ini berakhir. Tapi apa daya, kemampuanku dan motivasiku menurun drastis dua minggu terakhir, sehingga aku agak pesimis kalau itu bisa tercapai (berdoa dimulai)…. #sigh

Hari ini tadinya dikhususkan untuk persiapan meeting. Sejak pagi aku sudah menyiapkan mental untuk pekerjaan berat dan membosankan. Tapi cuaca bener-bener tidak ramah. Dengan suhu di bawah nol di pagi hari, kakiku rasanya malas melangkah keluar hanya untuk mengejar bis untuk berangkat ke tempat kerja. Hari berkabut dan sedikit gerimis, menambah dukungan bagiku untuk menikmati kehangatan ruangan dan tidak melakukan aktivitas apapun. Pemalas juga nih…

Tiba-tiba hapeku berbunyi, ternyata ada chat di grup wa, membahas topik zakat, dan itu menarik (bagiku) diikuti, dengan sesekali memberi komentar iseng. Inti diskusi, menjelaskan bahwa zakat wajib disalurkan apabila harta tidak produktif kita sudah mencapai nisab. Sementara harta produktif, yang dipakai sehari-hari tidak dikenai hukum zakat. Ada sedikit pengecualian untuk harta berbentuk emas atau perak, di mana terdapat silang pendapat mengenai apakah perhiasan yang dipakai jga dikenai zakat atau tidak. Akhirnya forum bersepakat bahwa amannya semua dizakatkan saja, dengan catatan telah memenuhi ketentuan nisab. Persoalannya adalah bahwa standar nisab yang dipakai bisa emas atau perak. Karena harga emas lebih mahal dari perak, maka disarankan untuk menurunkan standar nisab atau tresholdnya dengan mengambil standar perak saja, yaitu seharga 595 gram perak atau 200 diirham. Selain alasan keamanan syar’í, juga untuk kemaslahatan umat ang lebih luas.

Kembali ke supervisory meeting, entahlah, besok jadwalnya jam 11.30, mudah-mudahan berjalan normal deh. Ini mata bener-bener seperti mogok kerja, sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Kopiii mana kopiii….

Ketinggalan Bis mirip Spongebob dan Mr Bean

Pernah nonton film animasi Spongebob atau Mr Bean, yang memperlihatkan kelucuan saat mereka ketinggalan bis. Setiap kali mereka meleng dari halte bis, seketika itu juga banyak bis yang lewat, tapi begitu mereka memelototinya, tidak satupun bis yang datang. Sampai sekarang pun saya masih suka tertawa menonton bagian dari film itu, walaupun berulang-ulang. Lucu memang, mungkin karena karakter kita (eh saya) yang suka mentertawakan penderitaan orang (penderitaan Spongebob dan Mr Bean maksudnya).

spongebob

Adegan lucu ketika Spongebob saat meleng sedikit, hendak membeli permen, saat itu bis datang (sumber foto https://pbs.twimg.com/media/Brfhe0yCUAAqirG.jpg)

mr bean

Mr. Bean yang bosan menunggu bis (sumber foto http://www.clickthecity.com/img2/articles/CTC-1696-image5.jpg)

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kejadian mirip benar-benar menimpa saya semalam. Dalam suasana menjelang gelap dingin menusuk, karena temperatur sudah menurun ke kisaran 5 derajat, saya menunggu bis ke arah city centre, yang biasanya banyak. Setelah menunggu hampir 15 menit di halte Bristol Rd, akhirnya saya memutuskan menggunakan jalur sebaliknya dan menyeberang, karena nampaknya beberapa bis lebih banyak yang lewat.

Begitulah kisah ini dimulai. Menit demi menit pun berlalu, tidak satupun bis yang nongol, sampai memasuki 15 menit yang kedua, tiba-tiba muncullah bis, tapi dari arah yang sebelumnya ditunggu, bukan satu, tapi tiga sekaligus. Mau nyebrang lagi, tahu sendiri jalanan Bristol lebarnya seperti apa, rame pula. Akhirnya mencoba bersabar dan menunggu siapa tahu bis ke arah Frankley akan datang cepat. Alih-alih datang, yang ada justru bis jurusan city centre (yang sebaliknya) malah kembali muncul, tidak tanggung-tanggung, dua sekaligus. Kembali dalam hati menggerutu. Akhirnya setelah 5 menit berlalu, dari kejauhan kelihatan ada 2 bis lagi yang datang dari arah berlawanan, dengan menguatkan tekad, berlarilah saya menyeberangi jalan yang rame itu. Namun apa lacur, begitu mendekat, ternyata kedua bis itu “Not in Service”!!!.

Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian yang bisa digambarkan yang terjadi kemudian, karena begitu saya memalingkan muka untuk melihat bis di arah sebaliknya lagi, datanglah dua bis yang ke arah Frankley!!, dalam posisi saya sudah menyebrang !!! OMG, benar-benar sebuah drama penantian yang memilukan. Saya benar-benar meratapi nasib, dipermainkan bis gara-gara (entah) kemacetan jalanan Birmingham atau karena lainnya. Lengkap sudah penderitaan saya karena terlambat pulang ke rumah sampai 1,5 jam, sehingga melewatkan makan malam dengan anak-anak. Lalu teringatlah saya akan adegan Spongebob dan Mr Bean yang selama ini selalu saya tertawakan. Karma? enggak juga, karena saya gak percaya karma. Memang sudah dari sononya saya harus ketinggalan bis dengan cara konyol ini, sekonyol Spongebob dan Mr. Bean.

Finally got home, my eldest son frowned at me, “what took you so long Ayah?”, I was speechless. said nothing, and just grabbed my hot “candil” or “biji salak” prepared by my hon. Hmmm, what a night, what a day.

IMG_0683

Biji salak hangat penghibur malam yang “sial”

Membeli sepeda anak £2 di ebay

Entah karena sedang beruntung, atau memang sudah rejekinya. Anakku yang bungsu sedang belajar naik sepeda. Karena yang dipakai sekarang butut sekali, pedalnya tidak ada sebelah, maka aku merasa perlu mencari sepeda baru. Walaupun tidak benar-benar baru sih, hehe.
Akhirnya dalam keisenganku, kubuka ebay dan searching barang dengan keyword “children bike”. Holaa, tiba-tiba ada iklan yang jual sepeda dengan sistem bidding. Saat itu sudah 3 orang yang ngebid, dengan harga tertinggi £1.6 (kalo gak salah). Dalam hati, nih yang ngebid kok pada pelit amat ya, akhirnya kumasukkan tawaran £2 (hehe, sama pelitnya).

IMG_0675.PNG
Detik demi detik pun berlalu, sampai akhirnya aku pun lupa pernah ngebid sepeda ini. 17 jam masa penawaran berakhir, tiba-tiba notifikasi emailku bunyi, begitu dilihat judulnya, you won!. Haha, entahlah, antara senang dan ragu-ragu, aku kirim pembayaran lewat paypal. Lalu kukontak penjualnya, ternyata lokasinya tidak jauh dari rumah. Well, akhirnya dengan senyum besok aku jemput sepedanya.

Pilih Office resmi atau bajakan?

sumber foto dapsoft.blogspot.com

Beberapa bulan terakhir ini, zerosugar mendapatkan gangguan dalam melakukan aktivitas di depan komputer. Ini karena ketergantungan yang tinggi akan produk MS Office, terutama MS Word dan MS Powerpoint. Sebenarnya sekitar awal tahun ini, seorang teman di Jakarta menawarkan untuk menggunakan office crack-an, alias gratisan. Tentu tawaran ini tidak bisa ditolak. Bagaimana pun, kebanyakan orang kita masih suka produk yang gratisan. Tapi yang namanya bajakan, tentu banyak kekurangan. Sebulan terakhir, setelah zerosugar kembali ke Inggris, office ini mulai ngadat dan memberi warning akan expired. Proses aktivasi diperlukan agar produk dapat tetap digunakan.

Setelah browsing berbagai situs, ditemukan beberapa teknik seperti yang populer salah satunya dengan KMS activator atau teknik keygen, skype dll. Teknik-teknik aplikasi ini jelas ilegal, tapi (sepertinya) cukup ampuh menembus dan mengelabui microsoft sehingga tidak bisa mengenali lagi asli atau palsu. Beberapa teknik tersebut kemudian dicoba, dan hasilnya cukup… mengecewakan. Entah karena zerosugar yang tidak cukup sabar menghadapi pop-up iklan, penyusupan trojan, malware dsb. Akhirnya setelah berkutat dengan office trial sebulan, sampailah pada titik di mana tidak ada pilihan lagi selain harus membeli produk asli atau terbang ke Indonesia (tepatnya ke Glodok, hehehe).

Pilihan kedua tentu sulit dan makan banyak energi. Walaupun banyak teman yang coba menawarkan bantuan, akhirnya dengan segala ketetapan hati, zerosugar memutuskan untuk membeli saja. Habis perkara. Setelah memilih produk dengan hati-hati, akhirnya jatuhlah pada pilihan Office 365 University, yang menawarkan harga GBP59.99 untuk masa aktif 4 tahun. Sangat murah dengan estimasi, per bulan kurang dari GBP1.5. Bandingkan kalau membeli Office 2013 “gelondongan” yang bisa mencapai GBP 119.99. O, iya, bedanya Office 365 dengan Office 2013 itu hanya di sistem pembeliannya, sedangkan isinya (sepertinya) relatif sama. Kalau Office 365 sistemnya disewa pertahun, dengan harga GBP59.99 per tahun untuk personal dan GBP79.99 untuk home, sementara Office 2013 sistemnya jual putus. Khusus yang Office 365 University, harga ini berlaku untuk 4 tahun, tentunya dengan melalui proses verifikasi virtual di web kampus.

Akhirnya sejarah mencatat, untuk pertama kalinya zerosugar membeli produk resmi microsoft, setelah sebelumnya OS Windows (itupun karena sistem bundling). Bagi zerosugar, sebenernya ini bukan sekedar transaksi elektronik biasa, tapi menjadi sebuah peristiwa moral yang memberi pemaknaan dan penghargaan atas hak cipta seseorang, tentunya dengan konsekuensi (logis) harus merogoh kocek ekstra. Bukan sebuah pergulatan batin tentunya, tapi sebuah keputusan yang (seharusnya tidak) sulit, namun melegakan secara emosional pada akhirnya.

Keuntungan Office asli

Nah, ini bukan bermaksud promosi, tapi setidaknya ada tiga keuntungan langsung yang didapatkan:

  1. Kelegaan emosional alias hilangnya perasaan bersalah karena menggunakan produk ilegal
  2. Dapat kredit Skype 60 menit setiap bulannya untuk menelepon kemana saja, walaupun khusus untuk Indonesia, baru berlaku untuk landlines di Jakarta saja.
  3. Mendapat ekstra storage di OneDrive 1 TB atau tepatnya sebesar 1024 GB. Jadi total storage yang zerosugar miliki sekarang adalah 1064, setelah sebelumnya mempunyai 40 GB

 

 

OneDrive

Bonus lainnya, ekstra storage sebesar 1 TB

Pilkadal

Judul tulisan ini Pilkadal, silahkan diterjemahkan sendiri apa artinya. Harus diakui polemik Pilkada langsung di Indonesia ini sangat mengusik dan bikin kuping panas setiap orang, baik bagi pendukung maupun lawannya. Sangat miris melihat kenyataan dari tadinya kawan menjadi tidak bertegur sapa, dari tadinya saudara menjadi musuhan. Sungguh tidak elok mengalami semua ini. Ini mencerminkan betapa masih rendahnya tingkat toleransi kita dalam berbeda pendapat.

Pertanyaan saya, apakah kita sebagai bangsa memang sepakat bahwa demokrasi adalah prinsip penyelenggaraan negara? Jika ya, maka demokrasi sebagai sebuah sistem beserta aturan mainnya menjadi sebuah konsekuensi logis yang harus diterima. Ingat, aturan main demokrasi itu majority rules. Yang besar adalah penentu. Jadi demokrasi sejujurnya sangat bebas nilai. Saya kassih contoh, jika kita sebagai bangsa Indonesia secara mayoritas berbalik mendukung penjajahan Israel atas Palestina, maka dukungan ini sah dan legitimate sebagai representasi sikap bangsa dan negara, walauupun secara moral sangat bertentangan dengan nilai moral dan tradisi muslim.

Tapi baiklah, kembali bicara Pilkada, ada tiga poin yang ingin saya garis bawahi bahwa bicara Pilkada ini tidak menjadi urgen bagi kita, terutama masyarakat bawah, karena:

  1. Sejujurnya sampai saat ini tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Pilkada langsung dan tidak langsung memberi banyak manfaat pada kesejahteraan rakyat (jelata). Apakah korupsi dan money politic yang marak sekarang ini tidak dilakukan di masa lampau? Maaf-maaf, dulu belum ada superbody seperti KPK, jadi, koruptor masa lalu “sedikit beruntung” karena belum ada instrumen hukum yang bisa menjamah mereka.
  2. Alasan kedua yang bikin saya tambah eneg, partai pengusung Pilkada langsung, maupun yang berseberangan bukan merupakan partai yang bisa dikatakan bersih dari korupsi. Kedua kubu yang berseberangan mempunyai cacat sejarah. PDIP, misalnya, sebagai partai oposisi selama dua periode ternyata tercatat sebagai partai yang menyumbang jumlah koruptor terbanyak. Kerugian negara yang ditimbulkan partai oposisi ini (baca: ini bukan partai inkumben) itu lebih besar dari kerugian yang ditimbulkan partai penguasa. Sayangnya hal-hal sering dilupakan oleh masyarakat. entah karena derasnya propaganda media atau kebiasaan masyarakat yang mudah melupakan atau memaafkan. Poin saya adalah, kedua kubu yang berseberangan tidak mempunyai legitimasi moral yang kuat untuk mengklaim “mengatasnamakan” rakyat, apalagi membela kepentingan rakyat. Pilkada langsung ataupun tidak itu hanya komoditas saja, esensi dibalik itu adalah pertarungan politik dan kekuasaan
  3. Berkaitan dengan lemahnya legitimasi kedua kubu, saya juga terusik untuk sedikit melihat ketidakadilan media, baik media mainstream maupun sekedar socmed yang lebih suka membully partai-partai politik yang jauh lebih bersih, memblow-up persoalan hukum mereka, seolah-oleh mereka adalah penjahat satu-satunya yang harus dibumi hanguskan. Kita lupa, ada bromocrah dan partai-partai raksasa yang dosanya berlipat-lipat tapi tidak pernah atau jarang disentuh media. Bisakah kita adil dalam hal ini?

Oleh karenanya, sampai saat ini saya tidak mau percaya 100% dengan apa yang digembar gemborkan media mainstream, yang masih dibebani kepentingan sesaat pemilik modal dan pemilik agenda kepentingan yang lebih besar. Apalagi ocehan gak mutu di social media, walaupun yang ngoceh adalah teman-teman sendiri, gak bakal deh saya pedulikan.

Saya berdiri di sini untuk (sayangnya) berbeda pendapat dengan mayoritas pendukung pilkada langsung. Dalam alam demokrasi itu adalah pilihan sah saya. Alasan moral dan esensi prinsip demokrasi di atas menjadi landasan argumen saya. Teman boleh beda pendapat kan, katanya demokrasiii.

Bahasa Inggris untuk penumpang pesawat

Barusan menyusun beberapa instruksi dan percakapan sederhana dalam bahasa Inggris untuk si mamah yang akan terbang ke Inggris. Maklum beliau tidak berbicara bahasa bule, jadi rasanya perlu membuat contekan kecil yang bisa dibawa-bawa. Baru terpikir, mungkin ini juga bisa menjadi contekan untuk yang lainnya. Silahken kalau ada yang mau nambahin.

simple english