Visa ke Belanda…, tidak untuk paspor biru

Kebun Tulip (dari kabin KLM, 27 Apr 2012, beberapa saat sebelum mendarat di Schiphol)

Ini adalah perjalanan kedua kali zerosugar ke negeri yang menurut buku sejarah telah menjajah negara kita selama 3,5 abad. Dengan fasilitas paspor biru, sebetulnya keluar masuk Belanda (plus Belgia dan Luxemburg) menjadi sangat mudah. Karena kita tidak direpotkan oleh pengurusan visa. Sayangnya informasi ini tidak banyak diketahui oleh teman2 pemegang paspor biru. Tapi yang lebih mengherankan adalah bandara di Belanda nya sendiri tidak punya catatan itu. Artinya setiap kita masuk imigrasi Belanda, mereka harus mengecek buku primbon nya terlebih dahulu. Apakah Kemenlu tidak mempunyai kontak dengan setiap otoritas bandara di Belanda dan bandara-bandara internasional lainnya tentang keterangan bebas visa ini?

Keterangan visa untuk paspor Indonesia yang lengkap bisa di klik di laman wikipedia ini (sayang ini cuma wikipedia). Lebih tegasnya bisa melihat rujukan visa exemption dari Council Regulation (EC) No 539/2001 of 15 March 2001 tentang Exemptions from the visa requirement by virtue of Article 4(1).

Ringkasan untuk perjalanan ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika, khusus untuk pemegang paspor dinas (dan diplomatik) mendapatkan fasilitas bebas visa sebagai berikut (update dari situs Setkab):

Picture3

Perjalanan pertama ke Belanda sekitar Desember 2011 tidak menyisakan persoalan apapun dari bandara keberangkatan di Birmingham International. Namun setibanya di Schiphol, tepatnya di bagian imigrasi terjadi sedikit ‘kericuhan’, sewaktu mereka menganggap zerosugar membutuhkan visa untuk memasuki wilayah kumpeni ini. Setalah digiring ke ruang imigrasi, dan ngobrol ‘uplek’ dengan tiga petugasnya, akhirnya zerosugar diijinkan masuk….

Note1: Pemegang paspor biru hanya memerlukan surat invitation (Bewijs van garantstelling en/of particuliere logiesverstrekking) yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat untuk menunjukkan keperluan dari kunjungan dan siapa penanggung jawab selama di Belanda.

Contoh surat undangan, yang (ternyata) tidak dibaca juga sama petugas imigrasi :(

Note2: Paspor biru non-visa ini hanya untuk kunjungan singkat sesuai dengan yang tertera di surat invitation) atau maksimal di bawah 30 hari.

Perjalanan kedua malah sebaliknya, ketika hendak drop-off bagasi, petugas imigrasi Inggris yang usil, menurut dia ini harus dicek dulu, apakah paspor biru zerosugar memang gak perlu visa. setelah memanggil supervisornya, dan memberi kesempatan pada antrian di belakang untuk menyalip 2 orang, akhirnya petugas imigrasi itu memberikan stempelnya. Bedanya kali ini tanpa interogasi, dan selama menunggu, petugas tersebut berusaha membuatku nyaman.

“I am sure you’re gonna be fine, Sir” . ujarnya mencoba membuatku nyaman, sambil senyum.

“Yeah of course, this is my second visit, I wonder if there’s still a problem”  sahutku dengan agak manyun.

Setelah si supervisor bolak-balik ngecek ke ruangannya, akhirnya dia memberi kode okay.

“See, you are clear now to take-off, we’re very sorry about it, but this is the procedure we need to go through to make sure everything is fine” katanya sambil mengedipkan mata.

Dengan masih setengah kesal kusodorkan bukti check-in online yang ada di layar HPku

“Are you sure you don’t want to check this one too?, I did online check-in lho (tentu “lho” nya gak sampe bunyi keluar, hehehe).

“No Sir, everything is perfectly ok ” tanpa mengurangi senyumnya.

Welkom in Nederland…

About these ads

29 responses to “Visa ke Belanda…, tidak untuk paspor biru

  1. hi zero sugar,
    dalam note 1. ada keterangan ada invitation letter ya. nah kalau misal tujuan ke belanda itu hanya untuk \”liburan\”–nengokin temen-red, itu bagaimana ya? apakah ini hanya berlaku untuk tugas dinas sajakah? mohon sharing infonya. saya pemegang paspor biru dan kayaknya dalam waktu dekat pengen melancong ke ke belanda.
    oh ya ada saran nggak biar hal ribet2 itu nggak terjadi? atau kita siapkan dokumen yang menyebutkan kalo paspor dinas bisa bebas visa ke belandakah untuk ditunjukkan di airport–tapi keterangan resmi mengenai ini dimana yah..ehehe..

    SiwiMars (Glasgow)

    • Hi juga,
      Dua kali perjalanan saya ke Belanda itu konteksnya “liburan”. Jadi surat invitation itu diterbitkan oleh kelurahan setempat yang dibuatkan oleh (misalnya) keluarga atau teman yang menjadi tempat/akomodasi selama di Belanda, terus dikirim ke kita sebelum keberangkatan. Contoh surat sudah diupload di atas (lupa, hehehe).Tanpa surat ini sebenarnya masih bisa lolos, tetapi agak alot, seperti pengalaman saya di “wawancara” di imigrasi. Perjalanan kedua saya dengan surat ini, sangat lancar blas, tanpa halangan apapun.
      Keterangan resmi yang menjelaskan paspor dinas tidak perlu visa sepertinya ada di Kemenlu (pernah baca di papan pengumuman di Pejambon), mungkin bisa di cek di website Kemenlu kita. Tapi mereka (imigrasi Belanda) rata-rata sudah tahu, kecuali petugas baru mungkin perlu buka paririmbom nya dulu.

    • Terimakasih tulisannya, sangat bermanfaat, Saya akan ke Belanda selama 30 hari dengan paspor dinas. Selama saya di Belanda, bisa gak masuk ke negara lain dengan paspor dinas. Saya dengar utk paspor dinas bebas visa ke Benelux dan Prancis. Bisa gak saya ke Inggris dan Rome memakai paspor hijau, tapi apply visanya di KBRI. Makasih ya.

      • Mbak Risfrebri
        Betul, mbak bisa mengunjungi negara2 tersebut. Untuk Inggris tentunya harus apply visa ke Kedutaan Inggris setempat, Sedangkan untuk mengunjungi Italia (dan negara Eropa lainnya) mbak bisa saja sekalian apply visa Schengen di Kedutaan Belanda di Jakarta, atau langsung ke Kedutaan Italianya.

  2. Hai, terima kasih tulisannya…cuma mau tanya nih, kalo trip ke Belanda dengan paspor biru hanya untuk 5 jam di Belanda (thanks to mini cruise DFDS), apa masih dibutuhkan surat undangan? Mohon informasinya…
    Terima kasih banyak sebelumnya..:-)

    • Terimakasih sudah mampir.
      Sepertinya kalau hanya 5 jam logikanya tidak membutuhkan akomodasi. Padahal surat undangan itu intinya menjamin tempat tinggal dan biaya hidup selama kunjungan.
      Besar perkiraan tidak dibutuhkan surat itu. Mungkin lebih mirip transit (atau memang cuma transit?). Lagipula bukti tiket yang anda pegang bisa menunjukkan durasi kunjungan ke Belanda.
      Well, saya kira gak akan jadi masalah besar.
      Semoga membantu dan selamat menikmati Belanda.

  3. Hai mas,
    saya mau ke belanda untuk short course selama kurang dari 90 hari, apakah masih bisa tanpa visa? Kata zerosugar tadi kan maksimal 30 hari. Terus, invitation letter tadi boleh tidak diganti surat keterangan mendapat beasiswa? Makasih.

    • Hai mas Suzatmo
      Surat invitatation (dari kelurahan Belanda) itu biasanya mencantumkan durasi kunjungan atau maksimal 30 hari.
      Sementara kalau yang mas punya surat beasiswa itu rasanya jauh lebih kuat. Pengalaman teman kantor saya ngambil kursus kurang dari 3 bulan, dia tidak memakai visa, tapi cukup menunjukkan bukti dia diterima di Universitas tempat dia kursus dan ada bukti beasiswanya. Saya kira tidak masalah. Mungkin perlu cek dan ricek lagi, jadi ada baiknya dikroscek dengan kedutaan Belanda, apakah surat beasiswa yang mas pegang sudah cukup eligible atau belum.
      Semoga lancar.

  4. Salam mas, sy mau tanya saya rencana ke belanda dengan menggunakan paspor biru selama 4 hari di belanda krn ada tgs, setelah itu sy ingin berkunjung ke paris, italia, swiss, jerman. Dan sy tetap mengurus visa schengen. Yg jadi pertanyaan saya bgm nnti saat saya tiba di imigrasi apa paspor biru dan hijau saya tetap sy keluarkan keduanya.? Untuk di stempel ? Mengingat saya jalur masuk dan keluar ttp lewat schipol.

    • Mas Roem,
      Hemat saya kita tidak bisa menggunakan dua paspor untuk waktu bersamaan. Sejak departure dari Cengkareng saja sudah harus jelas paspor yang dipakai yang mana.
      Jadi mas harus milih antara paspor biru atau hijau. Kalau mas masuk pake paspor biru, lalu misalnya selama ke Perancis atau Jerman pakai paspor hijau, pihak imigrasi (seandainya ada razia) akan kebingungan, stempel entry ke Eropa kok tidak muncul di paspornya.
      Kalau memang apply Schengen, kenapa tidak menggunakan salah satu saja (biru atau hijau)?
      Mungkin kalau (berani) nakal sedikit (tapi sangat tidak disarankan), paspor biru tanpa visa juga masih bisa, hanya kunjungan ke Paris, Swiss atau Jerman nya dipersingkat jadi kunjungan bolak-balik, alias tidak menginap (misalnya pakai mobil). Jadi tidak perlu tinggal di hotel yang mengharuskan kita memperlihatkan paspor.
      Catatan: Tidak ada pintu imigrasi khusus antar negara yang tergabung dalam Schengen, jadi kita bisa keluar masuk Belanda – Jerman via Tol tanpa ada pemeriksaan imigrasi.
      Mudah-mudahan bermanfaat

  5. Salam Pak, untuk paspor biru adakah aturan dari negeri belanda bahwa ketika kedatangan paspor masih berlaku minimal untuk ……sekian bulan ke depan.
    Karena kalau masa berlaku paspor teralalu dekat dengan kedatangan.

    • Mas Hendri,
      Saya tidak tahu persis, sepertinya ketentuan umumnya jangan kurang dari 6 bulan dihitung dari tanggal pulang. Ada baiknya diperpanjang lebih dahulu sebelum berangkat.

  6. Halo pak…
    Terima kasih buat tulisannya. Memberi pencerahan.
    Kebetulan minggu dpn ibu saya mau mampir di Belanda menggunakan paspor biru. Kalo dari ulasan diatas, ada kemungkinan ibu saya bakal ditanya2i petugas karena travel tanpa visa (malah kemungkinan besar ‘digiring’ dulu ke ruang imigrasi). Nah masalahnya, ibu saya kurang bisa berbahasa Inggris. Selain membawa surat undangan dari gemeente disini, ada ga pak tips/tricks lainnya biar ibu saya bisa ‘terhindar’ dari dialog berbahasa inggris yg panjang..??hehehe…
    Makasih sebelumnya….

    Patricia
    [debagpacker.wordpress.com]

    • Halo juga mbak Patricia,
      Sepertinya tidak ada lagi kalau memang Ibunya menggunakan paspor biru. Pertanyaan yang diajukan sangat standar, dimulai dari berapa jumlah cash yang dibawa, punya tabungan berapa, terus tujuannya apa, dan pertanyaan aneh dan lucu seperti mengapa anda punya paspor biru.
      Saat itu saya jawab sekenanya saja, I don’t have much cash with me, but I do have bank account in UK. Saya juga kasih nomor HP keluarga di Belanda (yang bahkan warga asli belanda yang bule, hehehe), saya tantang saja mereka, you may call him right now if you want to, he is waiting for me there in the viewing glass. Dan nampaknya mereka enggan berkonfrontasi lebih lanjut, hehe
      Yang agak intimidatif adalah perilaku mereka yang menunjukkan keraguan terhadap keabsahan paspor biru kita, yang memang kebetulan paspor biru kan kondisinya tidak se’keren’ apalagi semodern paspor hijau (catatan nih buat Kemenlu)

  7. Halo pak
    Saya rencana ke belanda bulan november ini untuk fellowship program selama 28 hari. Apakah saya memerlukan visa ya , saya memakai paspor biru
    saya browsing di internet kok belanda ga masuk perjanjian bebas visa
    terima kasih

  8. pak mau tanya, saya pemegang paspor biru, saat ini berada di maastricht, bila saya mau ke paris tanpa visa schengen aman gak ya ? bila naik kereta atau bis diperiksakah ? tks

  9. Terima kasih tulisannya yang mencerahkan saya yg sedang bingung. Namun, tetap saja saya ingin bertanya Mas Zerosugar. Saya apply visa schengen karena mo ke Belanda dalam rangka riset selama tiga minggu di bulan Juni ini, sebab saya dapat Grant hanya untuk sebulan. Permohonan visa saya ditolak sebab saya salah bawa paspor. Saya bawa paspor biru, sementara untuk visa schengen warna hijau. terpaksa saya meng-apply lg lewat internet, dan jawabannya mengecewakan tp juga sekaligus memberi jalan keluar. Pihak kedutaan meminta saya menggunakan saja paspor biru saya, sebab itu bebas visa untuk Benelux, dan saya punya bukti mendapatkan Grant. Saya jadi bingung, sebab setahu saya mengurus surat-suratan dgn paspor biru ribet di Kemenlu dan Setneg. Namun, dengan tulisan Mas Zerosugar saya jadi ingin tahu. Apakah dengan surat Invitation Letter dari Prof. saya dari Universitas Leiden dapat saya gunakan untuk keluar masuk Benelux? Lalu, apakah saya butuh cap dan stempel dari kementrian Luar negeri dan setneg sebelum berangkat? Atau cukup dengan bawa paspor dan Invitation letter langsung ke Bandara? Maaf ya Mas panjang banget, sebab saya udah ada tiket bolak-balik JKT-Amst. Saya tadi udah lemes. Mohon Jawabannya ya. Tapi nanti saya mengecek juga ke Kemenlu. Terima kasih sekali

    • Mbak Magdalena yang baik
      Saya kira pertama-tama harus dibedakan ketentuan imigrasi kita untuk paspor biru (pada saat keberangkatan) dan imigrasi Belanda (pada saat kedatangan) untuk ijin masuk.
      Prinsipnya paspor biru bisa digunakan jika ada ijin keluar atau exit permit (sekarang bentuknya stiker ijin keberangkatan yang ditempel dalam paspor kita) yang hanya bisa dikeluarkan oleh Kemenlu atas surat/rekomendasi Setneg/Setkab (biasanya dalam bentuk surat penugasan). Jadi untuk memfungsikan paspor biru itu, mbak harus menempuh prosedur ijin dari mulai kantor mbak sendiri, kemudian Setneg, dan terakhir Kemenlu. Inilah prosedur umum yang biasanya harus ditempuh untuk mendapatkan exit permit. Nah, sampai di sini, mbak sudah halfway, artinya sudah aman untuk berangkat. Catatan tambahan: selama ini saya belum pernah menggunakan paspor biru tanpa prosedur exit permit tersebut.
      Sedangkan pada saat kedatangan, ada prosedur imigrasi Belanda yang harus dilalui, Petugas imigrasi di bandara Schipol hanya akan memeriksa dua dokumen saja; paspor biru dan surat undangan profesor mbak atau surat grant yang menjelaskan siapa mbak, siapa sponsornya dan berapa lama akan tinggal di Belanda. Ijin kemenlu tidak akan mereka baca, toh mereka juga tidak bisa berbahasa Indonesia :)
      Saran saya segera urus exit permitnya saja, kayaknya cuma itu yang belum selesai dari mbak. The rest will be completely fine.
      Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s