mau dihormati? jadilah penjahat besar

beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah acara talkshow di metro-tv, diceritakan bahwa sistem peradilan (& hukum pada umumnya) di kita masih sangat lemah. keberpihakan sistem pada segelintir kelompok sangat nampak terlihat. kuatnya pengaruh & intervensi kelompok kepentingan terhadap sistem hukum kita merupakan problem mendasar yang tidak juga dapat di selesaikan. banyak permasalahan hukum yang justru menunjukkan bahwa peradilan kita memang tidak adil. bau kapitalisme sangat menyengat terasa, di mana hukum justru tunduk pada si kaya, sedangkan si miskin tidak mempunyai akses dan kekuatan apapun,.. diam-diam tenggelam… kacian deh..
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum sangat-sangat rendah.. suka atau tidak, ini juga merupakan refleksi rendahnya kepercayaan masyarakat (publik) terhadap pemerintah… gak percaya??.. kalo ada maling di pasar ato pencopet di kendaraan umum yang ketangkep, daripada nyerahin ke polisi untuk diproses secara hukum, masyarakat/warga lebih suka menghakimi mereka secara langsung, alias digebukin sampe (setengah) mampus… itu terjadi bukan karena semata-mata masyarakat kita sudah (tidak) beradab lagi.. tapi lebih merupakan bentuk ketidakpercayaan mereka terhadap sistem hukum.. bagi mereka sistem hukum kita tidak menjamin pengadilan yang adil…
mau bukti lain?.. kalo tadi cerita penjahat kelas teri, sekarang contohnya penjahat kelas kakap.. yang berhubungan dengan uang berjeti-jeti.. bahkan triliunan rupiah.. edannya yang dirampok itu uang rakyat lagi.. tapi apa yang terjadi dengan mereka?? ternyata sistem hukum kita tidak bisa menjangkau/menyentuh mereka.. kalaupun terjadi proses peradilan.. mereka dapat hukuman yang tidak sepadan dengan dosanya.. bahkan masih mendapat fasilitas “wah” di hotel prodeo-nya… rutan alias penjara bisa diubah menjadi hotel ato surga kecil, sebagai tempat berteduh sementara mereka… itu bagi yang seapes-apesnya…. kalo yang beruntung ya lepas begitu saja… bebas berkeliaran di luar… senjatanya cukup satu.. surat sakit (or should i call surat sakti?) dari dokter… gak perlu nyebut nama.. kita sudah paham siapa-siapa saja yang dimaksud…
nah.. nasihat dari acara talkshow tsb yaitu.. daripada jadi penjahat kelas teri.. yang resikonya dihakimi massa sampe modar dan hina.. mendingan jadi koruptor dan perampok uang rakyat.. because they will end up with happy-ending.. udah mah kaya, terkenal, masuk tv, dikagumi dan.. tentunya dihormati…
eh.. tanya ken.. napa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s