batam… hmm island

dua hari berkunjung ke batam menyisakan kesan tersendiri, selain unik dari segi kultur yang multi etnik, juga serasa kita menginjakkan kaki di pulau non-indonesia ,.. banyak simbol di jalan dan pertokoan yang menggunakan huruf kanji.. kesannya sangat chinese… di pusat pertokoan sampe–even–dipasar tradisional, banyak orang yang bicara mandarin… sesekali ada aksen melayu yang keluar…,
ceritanya kepala imigrasi batam di sana, ada sekitar 3000-an orang asing yang menetap dan mencari nafkah di batam… sekitar 0,3% dari total populasi di batam… sebuah prosentase tidak signifikan memang.. tapi untuk ukuran sebuah pulau yang lagi “emerging”, cukup merepresentasikan kemajuan dan kosmopolitnya kehidupan di batam…, indikasi lain.. begitu banyaknya dan mudahnya kita temui money changer.. hampir di setiap sudut pertokoan ada money changer…
uniknya… dari ketinggian tertentu.. kita bisa dengan memudah melihat singapura dengan mata telanjang.. sayangnya aku lupa ga bawa paspor kemarin.. padahal kalo aku nyebrang tuh ke negri jiran ntuh… ongkosnya cuma $22 (dollar singapura)…
cerita lainnya.. pertama kali mau berangkat ke sana… dalam benakku, batam itu surganya elektronik… tapi… dilalah… podho wae.. onaji desu… alias sarua… gak ada beda sama roxy ato mangga dua n glodok.. alhasil.. penonton kecewa,
tapi (mungkin) kesan yang paling mendalam.. aku pulang naik garuda,… for the very first time (kasian deh aku)… walaupun delay sampe setengah jammmm… ada traffic jam di udara… ;( … padahal biasanya aku “humble” di kelas lion, sriwijaya ato batavia air… hehehe,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s