kembali ke lap… tooop

Mataku masih sedikit ngantuk.. tapi karena mesti ngerjain “PR”, dengan sangat terpaksa bangun jam 2 pagi.. untuk…… nonton film pagi… hehehe ternyata kerjaan di laptop urusan nomer dua belas…

Everyone does have a wish, and that wish should be created by our own hands,…
Begitu pesan yang muncul di akhir film yang menceritakan tiga orang Hongkong yang tergolong disable persons…

Tokoh yang pertama bernama Xiao Ziang Li.. seorang pemuda yang cerdas, namun kurang beruntung karena mengidap paralysis, semacam penyakit yang menggerogoti syarafnya sehingga dia tidak bisa mengendalikan gerakan otot tubuhnya. Ia dibuang oleh orang tuanya dan di asuh oleh kakeknya.. karena keadaan ekonomi, dia hanya tamat sampai kelas 7 (hmm.. mungkin setingkat SMP)… setelah mendapat pekerjaan di sebuah kantoran.. dia sangat dihargai oleh Bosnya.. karena kecerdasannya.. tapi selalu dilecehkan teman-teman sejawatnya karena kekurangan fisiknya.., doi tertekan secara psikis dan menjadi rendah diri..

Tokoh kedua bernama Feimao, seorang gendut dengan IQ pas-pasan (cenderung idiot).. tidak berkeluarga dan memiliki pekerjaan sebagai pelayan.. karena kekurang-cerdasannya.. sering kali dia “dikadalin”.. terutama tentang pembayaran gajinya… mempunyai falsafah hidup sangat sederhana dan sangat “tidak berkepentingan”.. impiannya ingin mempunyai restoran di seluruh Hongkong

Tokoh terakhir bernama Axiang, gadis cantik.. hampir sempurna, kecuali satu.. dia mengalami kebutaan akibat retina matanya yang rusak.. mempunyai orang tua yang mengorbankan seluruh waktu, energi, jiwa dan raganya untuk sang anak..

Ziang Li ketemu Feimao.. Feimao mengagumi cara jalan Ziang Li yang terseok-seok.. bagi feimao.. cara jalan Ziang Li sangat mengesankan.. sehingga ketika berkenalan.. dia langsung minta diajarin cara jalan seperti itu.. Ziang Li tersinggung.. bagi dia itu merupakan penghinaan.. dia marah dan tidak mau ketemu Feimao.. teman Ziang Li memberi tahu Feimao kalo sikap seperti itu pasti menyakitkan hati Ziang Li… Feimao tidak mengerti.. tapi dia merasa harus minta maaf..

Dengan keluguannya Feimao terus membuntuti untuk merengek minta maaf ke Ziang Li.. sampai Ziang Li kesal.. akhirnya memaafkan dia dan mereka menjadi sahabat karib.. belakangan baru Ziang Li paham.. kalau Feimao bersikap begitu karena dia memang cenderung idiot..
Keluguan Feimao juga memberi pelajaran hidup ke Ziang Li.. bahwa menjadi disable person itu jangan sampai membuat rendah diri.. kepercayaan Ziang Li tumbuh.. dan dia kembali tegar dan ingin mewujudkan cita-citanya sejak kecil, yaitu mempunyai toko buku…

Sementara Axiang sangat senang karena akan dioperasi retinanya, sehingga akan kembali menjadi manusia normal.. karena dia berteman karib dengan Ziang Li dan Feimao.. maka Axiang memutuskan untuk mengundang keduanya pada hari operasi… setelah sedikit situasi sentimentil mencuat di antara ketiganya.. Axiang akhirnya mendapati bahwa orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan bisnis.. sehingga dia merasa terlupakan.. doi jadi frustasi, sangat selfish atau egois.. menutup diri dan mengubur semua impiannya… serta mulai membenci ortunya.. setelah dinasihati oleh Ziang Li dan Feimao.. akhirnya Axiang mengerti.. bahwa pengorbanan orang tuanya adalah untuk kepentingan dirinya juga…

Akhir cerita ini happy ending.. ketiganya menjadi penuh percaya diri dan bersemangat untuk kembali meraih impian mereka masing-masing..

Setelah itu… seperti ajaran tukul.. sang guru besar empat mata di Trans 7, setiap senin s.d. Jumat jam 10-an malem.. eitt.. kok jadi promosiin tukul… tapi gpp.. siapa tau gajinya yang 20-30 jt per episode (hmmm.. per minggunya take-home-pay dia mencapai 150 jt-an) bisa mencipratkan hokinya ke sini.. hehehe.. kembali ke lap… tooop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s