Malioboro

Perjalanan ke Jogja kali ini terasa lebih istimewa dari biasanya. Alasan pertama karena ini adalah perjalanan keluarga paling jauh kedua yang dilakukan, setelah sebelumnya di tahun 2004 yaitu penerbangan  7 jam dari Jakarta menuju Tokyo (weew.. uncomparable gitu kok). Alasan kedua karena tiket yang dibayar hanya separuh perjalanan, sisanya berupa award ticket dari GFF. Thanks to Garuda, tahun ini zerosugar tercatat sebagai pemegang GFF Gold, yang berarti punya beberapa kelebihan dibanding level membership di bawahnya, misalnya gratis menikmati fasilitas Garuda Executive Lounge di seluruh bandara yang zerosugar hinggapi, hingga tambahan bagasi 15 kiloan.

Walau demikian, zerosugar mencoba untuk menghemat ongkos seefisien mungkin, dengan tidak mengorbankan kenyamanan, tentunya. Setelah sebelumnya browsing, ternyata banyak pilihan moda transportasi yang harganya lumayan “miring” untuk ukuran Jakarta. Dari Bandara Adi Sucipto, kita bisa memilih minimal 4 jenis transportasi. Taksi bandara yang dikelola koperasi, letaknya persis di sebelah kanan setelah pintu keluar, menawarkan harga tetap 50rb untuk perjalanan ke Malioboro. Kalau mau lebih murah, bisa jalan sedikit keluar, dan menyewa taksi yang berargo (mereka menyebutnya taksi meter), dengan biaya sekitar 35 – 40 ribu, tergantung tingkat kemacetan. Nah bagi backpacker, yang lebih praktis dan tidak terlalu pusing dengan barang bawaan bisa lebih murah lagi, dengan pilihan bis Trans Yogya, haltenya ada di ujung Terminal, kalau bingung tanya saja sama porter atau orang di sekitar. Pasti ditunjukin kok, kalau enggak, berarti ada yang salah dengan “pronounciation” anda, hehehe. Ambil jurusan Malioboro (1A), dan bayar dengan hanya Rp. 3.000,- saja untuk setiap orang. Murah sekali kan? It takes about 1 hour lah. Zerosugar sendiri akhirnya memilih moda yang pertama, berhubung “riweuh” bawa keluarga dan barang bawaan yang agak banyak. Moda lainnya adalah becak, kalau yang ini agak susah kayaknya, karena sangat tergantung dengan minimnya jarak tempuh dan tentunya nilai kemanusiaan anda.

Hotel atau tempat menginap, juga harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Terutama menjelang peak season, hotel di Jogja biasanya sudah penuh. Kecuali kalau anda tidak mementingkan kenyamanan, banyal bertebaran hotel kelas melati sampai dengan losmen, yang menawarkan harga di kisaran 30 – 70 ribu per malam. Dan mungkin tanpa perlu reservasi terlebih dahulu.

Zerosugar sendiri memilih Hotel Mutiara yang letaknya persis di Jalan Malioboro, dekat halte Trans Yogya (Kepatihan). Lokasinya bersebelahan dengan kantor Gubernur DIY. Alasan utamanya, karena tinggal hotel ini yang tersedia (waktu itu sedang peak season). Fasilitas hotel untuk kamar Superior seharga 650rb per malam lumayan lengkap, dengan catatan kecil, sepertinya breakfastnya kurang bervariasi. Nilai plusnya, pilihan ini sedikit meringankan zerosugar dan keluarga, seperti misalnya untuk jalan sepanjang Malioboro, atau ke Pasar Beringharjo, sangat walkable.

Tujuan wisata di Jogja sudah pasti sangat banyak. Mau wisata kuliner khas Jogja, atau sekedar jalan-jalan di tempat-tempat bersejarah. Kalau berminat dengan kuliner Jogja, dari Malioboro, anda bisa minta antar abang atau mas becak ke sentra Gudeg Wijilan yang letaknya bersebelahan dengan alun-alun utara. Dengan harga yang sangat terjangkau dari mulai 7.000 rupiah untuk sepiring nasi gudeg tahu dan krecek, sampai yang seharga 25rb atau lebih, dengan variasi ayam, telor dsb. Sambil makan, bisa ditemani dengan alunan musik keroncong oleh sekelompok orang tua yang menyanyi dengan merdunya (jangan lupa kasih tips untuk menghormatinya). Wiata kuliner lainnya sepanjang Malioboro sudah jelas banyak pilihan, dari mulai masakan seafood, gudeg, nasi goreng, martabak, sampai makanan barat. Jadi tidak usah khawatir dengan selera teman perjalanan yang berbeda-beda.

Nah untuk wisata sejarah, Jogja jelas tujuan yang tepat. Minimal anda bisa mengunjungi kompleks keraton (dan alun-alunnya), atau ke Prambanan, dengan hanya menumpang Trans Yogya jurusan 1A (sekitar 3/4 jam) atau ke Borobudur dengan menuju Terminal jombor terlebih dahulu, sebelum pindah ke Bis yang menuju ke sana. Well, kalau bosan dengan situs-situs jaman baheula, untuk anak-anak malah ada Taman Pintar yang letaknya dekat dengan Malioboro (ada halte Trans Yogya).

Begitulah kira-kira cerita perjalanan ke jogja yang lumayan menyenangkan.  Jangan lupa beli oleh-oleh, minimal bakpia khas Jogja. Kalau mengenai merek sangat relatif, yang terkenal ada bakpia Kurnia Sari, 25, 75, mungkin sebentar lagi 125.  Zerosugar tidak merekomendasikan merek tertentu, nanti dikira dapet komisi lagi🙂. Have a nice trip deh bagi yang berminat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s