Road to Brum (1)

Inilah “Road to Brum”, sepenggal cerita perjalanan hidup zerosugar. Setelah berhasil menyelesaikan studi masternya di Tokyo tahun 2003 – 2005, kini saatnya dia melangkah terus untuk menggapai mimpinya meraih S3, yang kali ini di Birmingham. Perjalanan untuk mencapainya pun tidaklah mudah. Setelah minggu lalu mendapatkan kepastian untuk berangkat, masalah baru timbul. Biar bagaimana, keluarga harus dipikirkan juga. Tidak mungkin meninggalkan keluarga untuk waktu yang cukup lama. Pilihannya hanya satu, membawa serta mereka ke Inggris, just like what he did when he was in Japan.

Anyway, kali ini zerosugar mau sharing tentang perjuangan awal meraih itu semua. Perjalanan panjang zerosugar meraih kesempatan sekolah di LN terbagi atas (1) tahap awal tes untuk mendapat beasiswa yaitu TPA dan bahasa inggris dan (2) tahapan lamaran ke universitas. Pada tahap awal, setelah memenuhi persyaratan administratif, seperti IPK , umur, masa kerja dsb, dipersyaratkan oleh pemberi beasiswa (World Bank / Bappenas) adalah skor TPA (Bappenas) minimal 565, dan Institutional TOEFL minimal 550. Untuk TPA zerosugar berhasil melewatinya dengan mudah, skor 648 adalah angka yang sudah cukup meyakinkan. Sedangkan tes TOEFL, zerosugar harus tersandung sekali, ketika pertama kali dites, hanya mencapai 547. Syukurnya masih diberi kesempatan, sehingga dimanaatkan betul oleh zerosugar, untuk re-take TOEFL, dan alhamdulillah dapetlah 553…. fyuhhh.

Setelah melewati tahapan tersebut, ujian sesungguhnya datang pada saat melamar ke universitas. Banyak universitas, walaupun membutuhkan dana dan mahasiswa tidak serta merta menerima mahasiswa yang sudah terjamin keuangannya. Zerosugar mengalami sendiri beberapa penolakan, entah karena tidak tersedia supervisor yang cocok, atau memang alasan akadmik yang tidak mereka sebutkan.

Nah, terkait itu, zerosugar sangat menyarankan supaya siapapun yang berminat sekolah, khususnya S3, harus siap menyiapkan diri, terutama proposal riset yang yahud. Isi dari proposal riset harus benar-benar meyakinkan, mempunyai tingkat orisinalitas yang tinggi, dan nilai kemanfaatan yang jelas. Syarat penting lainnya untuk beberapa universitas yang bersistem british (Inggris, Eropa dan Australia) adalah nilai IELTS .  Skor IELTS yang dipersyaratkan minimum 6.5 dengan catatan tidak ada band (listening, reading, writing, dan speaking) di bawah 6.0 … nah lo… Kalau mau pake TOEFL, maka yang diakui hanya TOEFL iBT, dengan skor minimum antara 90 atau bahkan 100, tergantung universitasnya. Pengalaman zerosugar sendiri, tes TOEFL iBT sepertinya lebih susah dibandingkan dengan IELTS. Bedanya harga IELTS jauh lebih mahal daripada TOEFL iBT.

Setelah semua persiapan di atas selesai, tinggal bagaimana persiapan berangkat.., di cerita selanjutnya deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s