The Netherlands (2)

Liburan di Belanda ini sebenarnya tidak banyak yang bisa diceritakan, selain karena waktunya yang singkat, juga arena zerosugar selalu ditemani dan diantar oleh saudara ataupun ipar yang ada di sana. Praktis untuk mobilitas lebih banyak mengikuti mereka, tidak mengeksplor sendiri.

Day 1

Hari zerosugar mendarat di Schiphol. Tidak ada agenda khusus selain mampir ke Amsterdam Arena, dan berfoto-foto di markasnya Ajax. Spot yang menjadi salah satu pusat kekuatan sepakbola Eropa.

Day 2

Zerosugar hanya berjalan-jalan sekitar Nieuwegein (baca: nyuwehein), diajak ke City Plaza untuk sekedar berbelanja dan menjemput ponakan di  Day Care, yang katanya biaya per bulannya mencapai hampir 900 euro, untuk tiga hari penitipan dalam seminggu. wow.

Day 3

Dengan menumpang Tram, kita menuju ke Utrecht. Tiket yang digunakan berupa kartu transportasi anonim yang telah di isi sebesar (kalo gak salah) 15 euro. Cukup menempelkan kartu itu di pintu masuk stasiun. Sebetulnya kalau kita nakal, tanpa gesek kartu pun tidak ada yang peduli. Tapi kalau sedang ada  pemeriksaan tiket berarti anda sial, karena akan bayar denda yang berlipat. Jadi saran saya, jadilah warga yang baik, hehehe.

Day 4

Amsterdam, kota dengan seribu cerita. kali ini juga menumpang Tram sampai Utrecht, lalu melanjutkan dengan kereta menuju Amsterdam Centraal. Waktu tempuhnya sekitar 40 menitan. Tujuan pertama yaitu ke Canal Hopper, yaitu wisata mengelilingi Amsterdam dengan perahu melalui kanal-kanal air. Cukup lama dan “agak” membosankan, sampai pada satu tempat yang menunjukkan adanya restoran terapung di Amsterdam yang ternyata mereka sebut sebagai Chinese-indonesian Restaurant. (dalam hati, wow dikenal juga nih Indonesia).

Selesai di kanal, kita mampir di Sex Museum, yang juga tidak seheboh cerita orang, karena hanya berisi patung dan gambar dari jaman baheula. Ikon seperti Marlyn Monroe sampai dengan jalanan Red Light dipajang di museum yang memasang tarif 4 euro per orang.

Tujuan berikutnya ke Koninklijke Palais Amsterdam, alias istana nya kerajaan Belanda, yang nampak sepi di dalam, tapi cukup ramai di luar. Zerosugar sempat memberi makan burung merpati yang bebas berkeliaran di pelataran istana.

Lalu kita mengitari istana menuju Magna Plaza. Kata ipar sih istimewa, paling tidak dari arsitektur bangunannya yang (lagi-lagi) abad pertengahan, namun di dalamnya kurang lebih sama dengan mall biasa.

Nah, yang agak seru dalam perjalanan menuju makan siang, kita melewati distrik yang bernama Red Light, tempat di mana daging mentah disewakan dengan harga yang entah berapa euro per jam nya. Menyusuri gang-gang di distrik ini, mata kita akan disuguhi dagangan daging mentah tadi dari etalase jendela dan pintu kaca. Yaa kalau anda tidak tertarik, jalan saja lurus, gak usah coba-coba belagak nawar🙂. Uniknya distrik Red Light ini merupakan komplek yang mengelilingi sebuah gereja. Aneh ya…

Makan siang di restoran China di sekitar Red Light, yang ternyata banyak juga orang Indonesia di sana. mungkin cita rasanya yang memang sesuai dengan lidah kita.

Day 5

Bercengkerama dengan ponakan di pagi hari, lalu ke Amsterdam lagi, kali ini dengan mobil menuju ke daerah industrial untuk berburu logistik di toko-toko Asia. umayan banyak bahan makanan yang bisa dibeli (in), tentunya yang jarang bisa ditemukan Zerosugar di Inggris. Lalu sorenya segera pulang untuk mempersiapkan makan malam dengan mertua saudara. What a nice dinner lah.

Day 6

Volendam, salah satu tujuan wisata Belanda yang sifatnya wajib. Dalam perjalanan menuju Volendam, kita mampir di Zaanse Schans’ untuk melihat kincir angin. Ini bukti fisik yang penting dan otentik, hehehe, kalau kita udah pernah ke Belanda. Tiket parkir yang mahal mencapai 7 euro di atas satu jam, padahal kalau kurang dari satu jam cukup 1 euro. Masuk ke kincir angin bayar per orang sekitar 3 euro. Sangat bagus dan luar biasa, sempatkanlah kalau memang mampir.

Selanjutnya ke Volendam untuk sesi foto. Ini  menarik karena di studio foto dipajang berbagai artis yang pernah berfoto di sana, termasuk artis Indonesia seperti Eko Patrio, Kris Biantoro, Melly Manuhutu, dll. Selesai pemotretan, kita menunggu di kedai kopi sekitar 1/2 jam untuk pencetakan.

Lalu kita mampir ke Marken, sebuah daerah atau tepatnya pulau yang dihubungkan dengan jalan hasil reklamasi. Sayangnya kita terlambat untuk naik boat karena terlalu sore, tapi masih sempat mengambil foto-foto bagus di sekitar pantainya.  Lalu pulang kembali ke Nieuwegein melalui jalan pedesaan. Luar biasa bagus.

Day 7

Menjemput kerabat di stasiun Utrecht untuk merayakan Natal bersama di De Zilk, tempat mertua saudara tinggal. Perjalanan ke De Zilk memakan waktu sekitar satu jam lewat jalan tol. Sesampainya di sana kita disambut dengan kue-kue dan makanan tentunya. Setelah ngobrol ngalor ngidul, baru kita berjalan-jalan (jalan beneran) ke taman di sekitar rumahnya. Katanya itu tradisi keluarga, dan memang banyak bertemu dengan keluarga-keluarga lain yang juga berjalan-jalan di hawa yang dingin dan berangin…. Sepulang dari situ baru kita siap-siap dengan jamuan makan malam, yang waw sangat mengundang selera. Tapi dengan cara makan yang kebarat-baratan, membuat zerosugar sedikit canggung dan bingung milih makan apa dan seterusnya,… yaa bismillah lah. Malam itu kita bermalam di sana.

Day 8

Tidak ada agenda, tapi si ipar ngajak main ke mall elektronik bernama Media Markt, untuk beli kamera. Rupanya doi begitu tertarik melihat zerosugar menenteng DSLR dengan lensa sapujagat 18-270mm. Akhirnya doi memutuskan untuk membeli DSLR dengan kit kamera 18-55mm dan 55-200mm, seharga di atas 1,000 euro… eungap deh.

Sorenya kita kembali ke Nieuwegein, seteah mengantar dulu kerabatnya ke rumahnya di dekat perbatasan Jerman. Belanda dan tipikal negara Eropa lainnya tidak begitu luas, sehingga dari satu negara ke negara lain sangat mudah dijangkau. analoginya sama dengan perjalanan antar kabupaten atau provinsi di Indonesia.

Day 9

Packing day, nothing special but sibuk ngilo bagasi🙂. sempet maen dulu sorenya ke Hornbach, grosir bangunan yang menjual aneka kebutuhan rumah. well bukan tempat wisata, tapi cukup menjelaskan bagaimana cara orang Eropa menjalani hidup sebenarnya

Day 10

Bye bye Netherlands, flying back to  Birmingham, UK. Vacation OFF.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s