London tidak mahal…, tidak (juga) murah

Gambar 1. Parade Pasukan Berkuda di depan Istana Buckingham, 1 September 2012

Wisata ke London untuk kami yang tinggal di kota kecil seperti Birmingham mirip-mirip seperti wisatanya orang kampung yang berkunjung ke kota besar (jadi inget film “kabayan saba kota”). Perjalanan ke London dari Birmingham bisa menggunakan moda transportasi kereta, bis atau (mungkin) pesawat. Pilihan moda terakhir mungkin mahal dan (kayaknya) jarang atau malah tidak ada.

Kami mencoba memilih transportasi bis dengan beberapa alasan (sebenernya sih cuma satu), antara lain faktor biaya yang relatif murah, dibandingkan kalau kita memilih kereta apalagi pesawat jet. Tiket bis sudah dipesan jauh-jauh hari (sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan) di situs ini dengan biaya sebesar £16 untuk 4 orang (2 adults dan 2 children). Jadi total PP biaya perjalanan 2 x £16 = £32. Sebuah harga yang lumayan murah dibandingkan kalau mencoba tiket kereta yang bisa mencapai £100 untuk 4 orang.

Note 1. Jika anda melakukan perjalanan sendirian, tiket kereta bisa jadi lebih murah, seperti Virgin Train sering memberikan tiket promo sebesar £7 sekali jalan. Jadi memang sangat relatif pilihan moda transportasi ini.

Perjalanan kami selama di London juga terhitung mudah, karena bersamaan dengan event Paralympic 2012, sehingga begitu kami tiba dan kelihatan kebingungan dengan hiruk pikuk kota, beberapa sukarelawan langsung menghampiri kami dan menawarkan bantuan dengan sangat sopan. “May I help you Sir?” katanya…. hmmm, percaya deh, gak akan tersesat.🙂

IMG_5487

Gambar 2. Big Ben

Sementara untuk akomodasi hotel/hostel, bisa dicoba situs yang ini. Situs booking.com ini menawarkan variasi hotel dan hostel dari bintang lima sampe kelas losmen. Apa bedanya Hotel dengan Hostel? Tentu bukan di huruf “s” nya saja… hehehe. kalau hotel mungkin semua sudah paham, dan harga yang memang bukan untuk kelas backpacker. Hostel menawarkan pemondokan murah meriah, sekitar £10-20 per orang, dengan fasilitas hanya tempat tidur, di kamar atau ruangan besar. Jadi anda bisa ketemu siapa saja di sana, tidak ada ruang privat. Pun dengan kamar mandi yang harus berbagi dengan pengunjung lain, termasuk toliet umum. Tapi dijamin nyaman aja kok. Apalagi kalau bawa keluarga, anda bisa book satu kamar sendiri, jadi lebih privat serasa di hotel.., eh hostel… Kelebihan lainnya ada dapur yang bisa digunakan untuk memasak, dengan segala peralatannya. Harap maklum Hostel tidak menyediakan breakfast seperti layaknya sebuah Hotel, jadi tamunya sendiri yang melayani diri sendiri.🙂

Gambar 3. Day travelcard

Untuk keperluan transportasi selama di London, ada baiknya anda membeli tiket sapujagat seperti Oyster atau Day Travelcard yang memudahkan kita untuk menggunakan hampir seluruh moda transportasi, dari mulai tram, bis sampai tube atau underground. Dengan tiket model ini anda bisa menjelajah kota London sepuas hati hanya dengan modal satu tiket tersebut. Oleh karena kota London sangat luas, maka sistem transportasinya dibagi ke dalam beberapa zona. Untuk berkeliling di pusat kota saja, anda cukup membeli kartu zona 1, tapi jika ingin melebarkan daya jelajah ke area yang lebih luas, zona 2 – 3 mungkin diperlukan.  Keterangan pilihan tiketnya dan pembagian zona bisa di klik di sini.

Note 2. Jika anda hanya sekali-dua kali berkunjung ke London, saya merekomendasikan untuk membeli Day Travelcard (baik untuk keperluan individu ataupun keluarga) daripada Oyster, karena pertimbangan hitungan harga yang relatif lebih murah. Tetapi jika anda terhitung sering bepergian ke London, tentunya kartu Oyster menjadi jauh lebih murah.

Sedangkan tempat yang sepertinya layak dikunjungi di London untuk short-visit (minimal) sebagai berikut:

  1. Buckingham Palace, tempat yang sangat layak dikunjungi, hanya berjarak satu halte bis dari Victoria Coach Station, tapi masih harus berjalan kaki sekitar 200 m, karena memang tidak ada transportasi umum yang beroperasi di sekitar palace untuk alasan keamanan. Tiket masuk lumayan mahal, untuk dewasa sebesar £18, student£16.50, di bawah 17 tahun £10.25, sedangkan di bawah 5 tahun gratis. Tapi hanya untuk sekedar mengambil foto, dari halaman luar sudah cukup lumayan kok. Bahkan banyak turis ‘kere’ yang juga akhirnya memilih berfoto-foto di luar daripada ikut antrian panjang untuk masuk, udah gitu bayar lagi.
  2. Big Ben, adalah tujuan ideal kedua dari Buckingham Palace, tentunya untuk mengabadikan salah satu ikon paling dikenal dari kota London yaitu gedung parlemen dan menara Big Ben-nya, dengan menumpang kereta District line dari stasiun St. James Park, hanya berjarak satu stasiun, kita turun di Westminster.
  3. London Bridge, nah ini merupakan ikon selanjutnya yang wajib dikunjungi, dengan menumpang Jubilee Line dari Westminster, dan turun di pemberhentian ketiga yaitu London Bridge station. Namun sebagian (besar) turis menganggap bahwa London Bridge itu adalah jembatan yang terkenal di postcard-postcard itu, padahal yang dimaksud adalah Tower Bridge. Jadi dari stasiun kita masih harus menyusuri sungai Thames ke arah timur sekitar 200 meteran, dan tidak terasa jauh karena disuguhi banyak pemandangan kota dan pinggir sungai yang menghibur.
  4. Stamford Bridge, ini khusus bagi penggemar Chelsea, atau ke Emirates stadium bagi fans nya Arsenal. Pilih saja salah satu, kalau tidak mau mabok stadion, hehehe.
  5. Kensington Palace, tempat ini menghubungkan kita dengan Kensington garden, Princess Diana Memorial dan Hyde Park. Sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, namun butuh waktu yang cukup untuk ngubek-ngubek seluruh arealnya.
  6. Stratford, sebuah arena Olimpiade yang menjadi tujuan banyak orang, berada di pinggiran timur London. Dengan kereta, kita harus menempuh lebih dari setengah jam melewati sekitar 13 stasiun dari tengah kota. Cukup layak dikunjungi, tapi kita harus memberikan spare waktu yang cukup mengingat perjalanan yang jauh.
IMG_5454

Gambar 4. Taksi khas Inggris

Mengenai makanan dan restoran, seperti kota-kota di Inggris Raya lainnya, London menawarkan beragam makanan dari kelas restoran mewah sampai kelas ‘kere’ tentunya. Jangan khawatir bagi yang muslim, karena beragam restoran cepat saji menawarkan makanan halal dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk Chips and Cheese misalnya, anda hanya perlu mengeluarkan £2.5 untuk satu kotak penuh kentang bertabur keju… sangat enak.  Sedangkan ayam crispy dengan kentang goreng atau satu porsi nasi briyani (nasi goreng ala India) hanya dihargai tidak lebih dari £3, plus satu minuman kaleng. Sepertinya perut kita tidak perlu beradaptasi lama dengan model makanan ini. Sedangkan bagi yang mengabaikan label ‘halal’ (hak asasi dong :)), restoran cepat saji yang familiar seperti McD***** atau KF*, atau restoran waralaba lainnya sangat banyak tersedia di hampir setiap penjuru kota.

Nah, dengan segala kemudahan yang ada, selamat mengunjungi dan menikmati London.

3 responses to “London tidak mahal…, tidak (juga) murah

  1. Pingback: London yang (tetap) murah, setidaknya…. | zerosugar

    • Mungkin murah tidaknya tergantung musim juga, tapi banyak sekali budget airline yang menawarkan harga super miring, coba saja di opodo atau skyscanner mas. Atau kalau mau coba naik bis juga bisa, bisa dicoba seperti megabus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s