Sosial Media

Akhir-akhir ini zerosugar lagi rajin dengan sosial media baru, twitter. Ketinggalan banget ya, orang sudah kemana, ini baru keasyikan dengan  yang satu ini. Dalam teori inovasi, zerosugar ini boleh masuk dalam kategori seorang ‘laggard’ atau katakanlah ‘pemalas’. Dalam setiap diskusi di kelas Difusi Inovasi di kampus pejompongan, zerosugar selalu memberikan perumpamaan laggard ini adalah kelompok generasi tua yang relatif terlambat atau enggan untuk mengupdate cara kerja dan berpikir mereka mengikuti perkembangan (teknologi) terkini. Contoh favorit yang ditampilkan adalah ayah zerosugar sendiri (aduh maafin Bapak, namanya gak disebut kok), yang ketika dibelikan HP, beliau hanya bisa menghapal tombol untuk menerima telepon dan sedikit kesulitan untuk membuat panggilan telepon. Apalagi kalau disuruh membuat teks sms, untuk sampai ke menu display sms pun belum tentu bisa. Hmmm…, akhirnya beliau cukup dibelikan HP dengan layar monochrome, dengan tombol angka yang segede jempol gajah!

Di dunia teknologi informasi yang serba cepat berubah, update gadget atau aplikasi tertentu seakan menjadi sebuah ritual wajib, terutama bagi yang merasa ini bagian dari gaya hidupnya. Padahal bagi zerosugar, update gadget yang sebetulnya tidak terlalu perlu merupakan gaya hidup konsumtif dan sia-sia. Apalagi ketika konsumen juga hanya menggunakan fitur-fitur itu saja, telepon, sms, telepon lagi, paling tambah messenger populer seperti WA, Line, Kakao dsb. Nilai tambah dari gadget terbaru jadi tidak tereksplorasi dan termanfaatkan dengan otpimal, tetapi devisa yang mengalir ke luar negeri sudah pasti signifikan. Nah lo…

Kembali ke sosial media, barangkali istilah yang pas dengan ‘EYD’ (inget EYD gak?) itu bukan sosial media, tapi media sosial. Twitter sebagai sebuah situs mikroblogging (baru paham kenapa disebut mikro, karena keterbatasan jumlah karakter yang bisa di-tweet) ternyata sangat berbeda dengan facebook dalam hal konektivitas dengan user lainnya. Twitter relatif lebih sederhana dan tidak perlu banyak mengotak atik  display, sementara facebook (yang memang lebih populer) cenderung memberi banyak kebebasan bagi pengguna untuk memodifikasi tampilannya. Media sosial ini bukan barang baru. Sepuluh tahun ke belakang, misalnya, media sosial seperti Yahoo messenger sudah sangat populer untuk sekedar narsis atau mengupdate status terbaru. Jadi teknologi boleh berubah, tapi perilaku masih tetep terpelihara… hehehe

Bahasan disini postingan ini sebenarnya dimaksudkan bukan untuk sisi teknisnya, tapi lebih pada dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan media sosial yang berlebihan. Kedua jenis sosial media.. eh salah lagi deh.. media sosial ini cenderung membuat orang menjadi lebih terisolir secara sosial. Aneh kan? media sosial tapi menmbuat orang jadi asosial. Keasyikan online di media sosial membuat orang lebih suka bergaul dan berkomunikasi tanpa tatap muka, dan menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer atau HP.

Tapi media sosial juga mempunyai banyak sisi positif. Di luar negeri (baca: Inggris misalnya), penggunaan media sosial sangat membantu, terutama bagi ekspatriat (biar keren dikit) untuk saling berkomunikasi dan meng-update situasi terkini masing-masing. Selain kultur dan lingkungan yang mendukung, penggunaan media sosial bisa menjembatani dan menjaga kebersamaan sesama ekspatriat.. (deuuuhhh, lagi-lagi deh, sesama masyarakat Indonesia maksudnya)… hehehe

Jaman dulu, sewaktu zerosugar mukim di Tokyo, penggunaan video conference di Yahoo messenger sangat membantu untuk berkomunikasi dengan teman sesama Indonesia, bahkan sampai acara rapat-rapat dan pengajian pun dilakukan melalui YM ini. Walhasil, semua lebih asyik untuk duduk di depan komputernya masing-masing. Lagi-lagi bentuk interaksi komunikasi tanpa tatap muka langsung secara fisik.

Ah sudahlah, yang penting media sosial yang kita gunakan bisa kita optimalkan manfaatnya tanpa harus membayarnya dengan sumber daya yang lebih besar. Maksimalkan output dengan input yang minimal. Cara berpikir kapitalis (memang), tapi untuk konteks ini saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s