Dokter gigi di Inggris dan Indonesia sama mahalnya

Siapa sih yang gak pernah sakit gigi? mungkin hanya sedikit dari kita yang tidak pernah ketemu dokter gigi sekalipun sepanjang hidupnya, tidak terkecuali zerosugar. Pengalaman berobat ke dokter gigi di Indonesia (tentunya) dan di Inggris memberikan wawasan mengenai perbedaan yang cukup kentara, baik dari sisi pelayanan, harga yang harus dibayar maupun kualitas yang didapatkan. Berikut ini perbedaan yang teramati berdasarkan pengalaman pribadi.

Dari sisi pelayanan, dokter gigi di Inggris tidak bisa ditemui kapan saja sesuka hati, karena kita harus membuat appointment atau janji terlebih dahulu. Sebetulnya di Indonesia pun, sistem ini juga banyak dipakai, terutama untuk dokter yang nilai jualnya tinggi alias banyak pasiennya. Kalau masalah appointment bukan perbedaan mencolok, maka yang menarik adalah dokter gigi di Inggris tidak akan menanyakan anda mau tambal atau cabut, melainkan akan serta merta memeriksa seluruh kesehatan gigi kita dengan mendokumentasikannya satu persatu dalam rekam medis kita, lalu akan menentukan jadwal untuk penanganannya. Untuk penambalan satu gigi saja kita bisa bertemu dokter setidaknya tiga kali, belum termasuk pengecekan akhir dan penentuan jadwal untuk pemerikksaan ulang 6 bulan setelahnya. Padahal dii Indonesia, kita bisa datang ke dokter gigi dan by request  bilang, Dok, saya mau tambal gigi geraham saya yang sebelah kanan, titik. Penambalan dilakukan saat itu juga dan selesai. Perbedaan pelayanan kesehatan (secara umum) yang lebih kontras pernah diulas di sini.

Mengenai harga, pelayanan kesehatan di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan dengan luar. Kenapa relatif? karena kalau dilihat dari kemampuan atau daya jangkau masyarakat, pada akhirnya sebenarnya sama-sama mahal. Selama tinggal di Inggris, zerosugar harus bolak balik ke dokter gigi karena banyak bolongnya. Berapa harga yang harus dibayar? karena tidak ditangguung asuransi, maka untuk pelayanan tambal gigi saja, zerosugar harus merogoh kocek sampai £70 atau sekitar Rp 1,3j. Cukup besar bukan? Bandingkan dengan pelayanan gigi di RS UIN Ciputat, misalnya, yang mematok harga sekitar Rp 250rb an. Itupun masih mahal untuk ukuran kocek kebanyakan orang Indonesia. Kesehatan memang mahal ya.

Sedangkan untuk kualitas, sejujurnya harus saya bilang kualitas dokter gigi kita tidak berbeda dengan mereka yang di Inggris. Peralatan maupun tingkat keahlian sepertinya sama saja. Tambalan gigi saya yang dibuat di Inggris toh rontok juga beberapa waktu kemudian, walaupun ada jaminan garansi untuk ditambal kembali.

Akhirnya, merawat gigi memang harus selalu kita lakukan dengan rajin. Kecuali anda memang siap dengan sakitnya yang luar biasa.

Stay healthy

2 responses to “Dokter gigi di Inggris dan Indonesia sama mahalnya

    • Hehe, emang bisa mas, cuma untuk kasus saya sudah 2 tahun apply, 2x jawabannya selalu anda tidak eligible, income saya selalu dianggap lebih dari cukup, mungkin beasiswa saya dianggap kegedean mas, aneh juga, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s