Cerita dalam bis di awal tahun 2015

Membaca sekian puluh pesan berantai di BBM dan whatsapp [dan pesan sampah tentunya], ada sebuah kutipan penuh makna yang mengusik aku. Kira-kira seperti ini bunyinya:

“Tinggi hati mendahului kehancuran, rendah hati mendahului kehormatan”

Entahlah, mungkin sifat angkuh atau sombong ini adalah salah satu unsur dasar pembentuk manusia. Baik yang (mengaku) suci apalagi yang berkategori pendosa, sepertinya tidak lepas dari karakter arogan dengan levelnya masing-masing. Aku gak yakin kalau ada satu orang (saja) yang completely lepas dari sifat sombong ini. Setidaknya pernah terbersit satu atau dua detik dalam hati. #salahfokus1

Kembali ke ceritaku. Sore itu, atau tepatnya malam, karena sudah gelap, maklum di musim dingin malam lebih cepat merayap dan tentunya panjang, jam menunjukkan pukul 19.15an, aku segera turun dari lantai 10 tempat aku bekerja untuk menuju ke rumah. Thanks to aplikasi national express west midlands yang bisa dipakai untuk memonitor kedatangan bis, tidak harus android apalagi iphone, cukup di layar windows ku dengan bantuan bluestacks, semua aplikasi mobile yang diperlukan bisa dijalankan di layar laptopku. #salahfokus2

Dengan berlari kecil, aku menuju ke halte bis langgananku. Kira-kira 100 meteran terlihat bis dari arah berlawanan ternyata sudah datang, OMG, maka kupercepat langkahku, agar bisa mengejar bis itu. Sia-sia, bis itu melewati halte tanpa berhenti. Dengan sedikit memaki-maki, aku merutuki kesialan ini, karena harus siap-siap menunggu 30 menit lagi untuk kedatangan bis berikutnya. Dengan sedikit putus asa aku setengah berteriak dan kulambaikan tanganku, berharap semoga si supir melihat aku, di tengah-tengah gelapnya Vincent Dr Road. Dan ternyata si supir bisa mengenaliku, (langganan sih), dan serta merta memberhentikan bisnya. Tentu ini sebetulnya melanggar ketentuan dan tidak lazim sebuah bis di Inggris mau berhenti di sembarang tempat (bukan di halte), hanya untuk mengangkut seorang penumpang. #Atuh da aku mah apa….Tanpa melihat lagi kartu langgananku, si supir nan ramah itu segera mempersilahkan aku masuk dan segera memacu kembali bisnya. “Thank you.so much mate, Happy New Year” sapa ku dengan riang.

Turun di Bearwood, seperti biasa aku transit berganti bis yang akan mengantarkanku ke rumah. Di halte datang seorang laki-laki paruh baya dengan jaket tebal dan baret khas musim dingin membawa anjing pudel. hampir setiap orang di halte dengan ramah menyapa… anjingnya, bukan tuannya. Inilah bentuk interaksi sosial di sini. Ketika di indonesia orang menyapa anak-anak atau bayi sebagai ekspresi keramahan kepada orang dewasanya, maka di sini orang terbiasa menyapa sang anjingnya. :)

Begitu bis yang ditunggu datang, semua mulai antri masuk bis, begitu pula laki-laki tadi yang dengan sigap segera memangku anjingnya. Sambil menjilat-jilat muka tuannya, anjing itu terlihat manja sekali. ternyata bisnya kosong. Di dalam ada seorang penumpang laki-laki lain yang duduk persis berseberangan dengan kursiku. Kelihatan dia sedang asyik memilin-milin tembakau dalam kertas rokok, nampaknya untuk disiapkan dihisap begitu turun dari bis. Di sini memang pemandangan perokok membuat rokoknya sendiri sudah biasa. Maklum harga rokok yang sudah jadi dalam bentuk batang sangat mahal. Ah, mind your own business, pikirku. Urusan dia lah, mau merokok atau nyungsep di kolong jembatan. Itu kan masalah pilihan. Yang penting tidak saling mengganggu kepentingan orang lain. Ini mungkin salah satu dari sedikit kelebihan (sedikit ya) dari tinggal di negara yang memberikan kebebasan individual, tapi tetap menghargai privasi individu lainnya.

Begitu sampai di City Rd, aku turun dari bis, ketika hujan rintik-rintik mulai membasahi jalanan, disertai suhu membeku mulai menyergap. Kunaikkan kerah jaketku, kueratkan syal yang membelit leher dan segera berjalan cepat-cepat menuju rumah. Hanya satu tujuanku malam itu. Ubi dan susu hangat yang terhidang di meja, sambil berbagi cerita hari ini dengan istri dan anak-anak.

Birmingham, 7 Januari 2015.

2 responses to “Cerita dalam bis di awal tahun 2015

  1. ubi hangat, bener bangetttt enaknyaaa aplgi dimakan bersama keluarga di musim dingin ahhhh senangnya🙂 kini sedang di Birmingham ya mas, salam untuk istri n anak2🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s