Berkunjung ke Irlandia

Dibandingkan dengan Belanda, Inggris, Jerman atau Perancis, Irlandia jelas bukanlah negara Eropa yang menjadi tujuan favorit sebagian besar pelancong. Minimnya publikasi Irlandia di tengah himpitan popularitas negara-negara tetangganya menyebabkan negara ini seolah tidak terbaca dalam peta wisata Eropa. Terletak di pulau terpisah dari Eropa daratan, terpinggirkan di sisi paling barat benua biru ini menyebabkan Irlandia secara geografis pun menjadi kurang menguntungkan. Negara ini berbatasan langsung dengan Northern Ireland yang merupakan bagian dari United Kingdom, atau Inggris (dalam kosakata resmi Indonesia).

Padahal setidaknya Irlandia merupakan negara asal banyak artis kaliber dunia seperti penyanyi Ronan Keating atau aktor tampan Pierce Brosnan. Irlandia bahkan boleh juga disebut sebagai ibukota boyband dunia yang banyak melahirkan grup musik, sebut saja Boyzone, Westlife, U2 atau Bono. Lebih dari itu, sejarah Amerika Serikat pun salah satunya dibangun atas kontribusi imigran dari Irlandia. Tidak heran kalau musik country agak mirip-mirip dengan musik Irlandia.

IMG_3180

Sarana transportasi di dalam kota

Keunikan lain, orang Irlandia mempunya dialek atau bahasa sendiri yang berbeda dari bahasa Inggris yang kita kenal. Begitu mendarat di bandara Dublin, anda akan disuguhkan dua versi bahasa dalam setiap papan pengumuman atau petunjuk jalan, Gaelic dan English.

Visa

Untuk memasuki Irlandia, kita memerlukan visa (viosa) yang dikeluarkan oleh kedutaan Irlandia. Bagi pemegang visa UK, aplikasi dilakukan secara online, dan dilanjutkan dengan melengkapi dokumen ke kantor pelayanan visa di 114a Cromwell Road, London. Lokasinya dekat dengan stasiun tube Gloucester Road, yang dilayani Circle dan Piccadilly line. Beruntung bagi pemegang visa UK dari Indonesia, aplikasi ini tidak dikenakan biaya, alias gratis.

Cukup lengkapi dokumen seperti paspor, kartu keluarga atau surat nikah (yang sudah diterjemahkan), rekening tabungan tiga bulan terakhir dan surat undangan atau bukti booking hotel. Persyaratan dokumen ini tidak ketat, bahkan kalaupun ada yang kelupaan, anda masih bisa menyusulkannya, sementara visa akan tetap diproses sebagaimana biasa.

Tujuan Wisata

IMG_2977

Komplek pemakaman dengan ciri salib khas bangsa Celtic dengan lingkaran, Glendalough

Kunjungan saya dimulai dengan menyusuri pegunungan Wicklow atau Glendalough. Sayangnya cuaca yang sangat Inggris atau mendung kelabu menyapa saya selama kunjungan berlangsung. Mirip dengan wisata di puncak, kita disuguhi suasana hijau pegunungan dengan kontur pegunungan yang sangat khas Irlandia. Sesekali kita berpapasan dengan padang gembala yang dihuni ratusan “shaun the sheep”.

IMG_3278

Malahide castle

Saya juga menyempatkan diri mampir ke salah satu castle khas Britania yang tidak jauh dari jantung kota Dublin, yaitu Malahide. Khusus untuk masuk kastil ini harus bayar, Tapi bagi yang hanya mau berfoto-foto saja bisa masuk di halaman kastil yang luas dan tentu saja gratis. Anak-anak dapat bermain di playground yang cukup luas, sementara ibu-ibu bisa memanjakan mata di pusat penjualan souvenir Avoca. Parkirnya gratis.😀

IMG_3126

O’Connell’s, salah statu sudut kota Dublin


IMG_3246

Temple Bar, salah satu sudut paling ikonik kota Dublin

Pusat kota Dublin juga merupakan tempat yang tidak boleh dilewatkan. Menyandang status sebagai sebuah ibukota negara, kota ini sebenarnya tidak lebih rame dari Bandung. Suasana kota tidak banyak dihiasi gedung pencakar langit layaknya kota modern, selain dipenuhi bangunan-bangunan khas Eropa yang memang unik.

IMG_3357

Howth, salah satu pelabuhan untuk kapal nelayan


IMG_3331

Menara mercusuar Howth

Howth adalah kesempatan terakhir saya di hari ke-empat untuk menikmati sinar matahari untuk pertama kalinya. Sebuah pantai atau tepatnya pelabuhan yang dipenuhi dengan ratusan kapal nelayan yang bersandar. Gratis dan anda akan disuguhi pemandangan laut yang estetik. Pantai tanpa gelombang tinggi dengan menara mercusuar yang kokoh di ujungnya menjadi pemandangan yang eksotis. Camar sebesar ayam menjadi pemandangan biasa, bergerombol dalam beberapa tempat, dan sesekali memenuhi jalanan, tanpa memperdulikan mobil yang lalu lalang. Saya menyukai Howth, karena faktor cuaca dan kebersihannya. Padahal seumur-umur saya tidak pernah suka pinggir pantai.😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s