Ramadhan di Inggris

Tidak terasa dalam hitungan hari kita akan memasuki bulan suci ramadhan. Bagi kaum muslimin, tentu bulan ini bulan yang ditunggu-tunggu, karena berkah dan suasananya yang tidak tergantikan di bulan-bulan biasa. Bagi pedagang dan pebisnis? tentu ini juga bulan panen yang ditunggu-tunggu,… tidak terkecuali di Birmingham. Dengan populasi diaspora yang cukup signifikan, Birmingham telah menjelma menjadi kota internasional dengan beragam etnis, budaya, bangsa dan tentunya beragam agama. Muslim di Birmingham pada prinsipnya bisa menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya tanpa terganggu oleh ritme hidup kota Birmingham yang tidak islami.

Bagi zerosugar, menjalankan ibadah puasa kali ini akan terasa berbeda, karena jatuhnya pas musim panas, di mana waktu subuh akan berdentang dipukul 02.30 dini hari dan magrib muncul setelah pukul 21.30 malam. Hmmm…, panjang juga ya. Memang pengalaman puasa di negeri orang juga pernah dilalui sewaktu masih tinggal di Tokyo yang (untungnya!) saat itu berlangsung di musim dingin di mana durasi siang hari sangat pendek, sehingga tantangan secara fisiknya relatif lebih ringan. Oke lah, perbedaan durasi memang signifikan, tetapi yang jauh terasa kehilangan bukan di durasinya, namun suasana puasa yang sudah pasti tidak sesemarak di tanah air. Jajanan pasar di Benhil atau di depan komplek rumah pasti akan selalu menggoda kita sewaktu menjelang buka, atau keramaian sholat tarawih berjamaah, sangat membangun suasana ramadhan yang syahdu. Pun dengan hiruk pikuk mudik dan lebaran, pasti menambah cerita indahnya bulan suci.

Tentu zerosugar akan sangat merindukan seluruh nuansa ramadhan yang hanya bisa dinikmati di tanah air. Menitikkan air mata, teringat keluarga, handai taulan semua, dan saat ini masih terlena dengan dosa dan kesalahan yang pernah dan selalu diperbuat.

Marhaban Yaa Ramadhan.

Birmingham, 2012.

Inspirasi hidup, why me? why not?

Ketika kita ditanya siapa yang paling berpengaruh dalam hidupnya, pada umumnya jawaban akan berkisar di orang tua, orang sukses, terkenal, pahlawan banyak orang, dan semacamnya. Kesuksesan materi biasanya membuat  orang merasa telah berhasil dalam hidupnya. Popularitas juga biasa menjadi ukuran capaian seseorang dalam hidupnya.

Tapi pernahkah terpikir, ketika kita mencapai segala kesuksesan “semu’ tersebut, diseberang sana ada yang terbaring lemah tidak berdaya, secara ekonomi, sosial, politik, bahkan dalam pengertian yang literal sekalipun, benar-benar berbaring di rumah sakit karena alasan kesehatan? kanker, diabetes, jantung, misalnya. Orang-orang seperti ini tidak mempunyai banyak kesempatan, sebanyak yang kita punya, untuk membangun hidup seperti ‘layak’nya kita hidup.

Continue reading

The Netherlands (1)

Ini cerita perjalanan liburan 10 hari di belanda. Dengan bekal paspor biru, zerosugar dengan yakin langsung booking tiket dan melangkah ke bandara untuk penerbangan sekitar 1 jam ke Amsterdam dengan KLM. Segala sesuatunya berjalan baik sampai ada sedikit masalah pada saat arrival. Apa masalahnya? sedikit kita kembali dulu ke perjalanan awal dari rumah sampai bandara, then find out what the problem is.

30 jam sebelum penerbangan datang sebuah email notifikasi dari KLM, yang menganjurkan agar check in dilakukan secara online untuk menghindari antrian di bandara. Akhirnya zerosugar melakukannya secara online, dan dengan bebas bisa memilih tempat duduk favorit. Yang menarik bahwa kita tidak perlu print out bordingnya, cukup mendaftarkan email dan jenis HP kita, setelah selesai akan dikirim e-boarding pass. Jadi begitu di bandara cukup menunjukkan e-boarding pass yang ada di layar HP kita.

Continue reading